oleh

Polda Gagalkan Penyeludupan 14 Kotak Baby Lobster Senilai Rp14,6 M

PEKANBARU (HR)-Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Polda Riau menggagalkan penyelundupan 14 kotak baby lobster ke Singapura. Penggagalan penyelundupan hewan dengan total nilai Rp14,6 miliar itu dilakukan petugas di Desa Pulau Palas, tepatnya di perkebunan kelapa sawit Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Dikatakan Direktur Polair (Dir Polair) Polda Riau, Kombes Pol Badaruddin, pengungkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang menyatakan ada mobil dari Jambi yang membawa bibit baby lobster ilegal ke luar negeri melalui Tembilahan.

“Atas laporan itu, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan pengecekan setiap kendaraan yang melintas hingga pada akhirnya menemukan mobil yang dicurigai,” ujar Kombes Pol Badarudin, Sabtu (17/8).

Saat petugas akan melakukan pemeriksaan, mobil ditinggalkan oleh sopirnya hingga luput dari pengejaran petugas karena kondisi pada saat itu gelap.

“Itu penangkapannya pada pukul 03.00 dini hari tadi (kemarin,red). Ada 95.340 ekor baby lobster terdiri dari lobster mutiara 6.060 ekor, dan lobster pasir 89.280 ekor yang dikemas dalam 420 kantong plastik bening,” beber dia.

Jika dihitung, katanya, nilai jualnya dengan harga jual di luar negeri itu mencapai Rp14.604 miliar kerugian negara yang dapat ditimbulkan jika penyelundupan tersebut berhasil.

Untuk tersangka yang sempat melarikan diri petugas akan terus melakukan pengejaran, dan untuk barang bukti hasil sitaan itu nanti akan dilepasliarkan di kawasan konservasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat oleh Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru.(mal/dod)

Comments

News Feed