oleh

Jalur Rajo Nago Sungai Tuak Akhirnya Juarai Festival Pacu Jalur Mini 2019

TELUKKUANTAN (HR)-Rajo Nago Sungai Tuak berhasil menjuarai Festival Pacu Jalur Mini 2019, Minggu (18/8). Jalur dari Desa Seberang Taluk Hilir itu mampu menyisihkan 91 jalur mini yang ikut berpartisipasi, termasuk Jalur Jangan Heran dari Desa Sikakak yang menjadi pemenang tahun lalu.

Festival tersebut digelar selama tiga hari, dari tanggal 16 hingga 18 Agustus 2019. Pada hari pertama, langsung disaksikan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Kuantan Singingi (Kuansing), Indra Suandy. Saat itu dia didampingi camat dan Kapolsek Kuantan Tengah melepas Hilir pemenang bay.

Sementara, drama aduan final segitiga berlangsung alot. Sebab, aduan tersebut menjadi tolak ukur keganasan jalur mini. Sempat terjadi curi-curi start saat final segitiga yang sangat memakan waktu. Namun, Rajo Nago Sungai Tuak mampu menumbangkan sang juara tahun lalu.

Ketua Jalur Rajo Nago Sungai Tuak, Hasvitra Indra mengucapkan rasa syukur tak terhingga. Sebab, dua tahun belakang, jalur yang ia komandani berturut-turut hanya mampu menjadi pemenang ke dua dalam iven yang sama.

“Alhamdulillah, pada tahun ini kami diberi kesempatan menjadi pemenang. Dan semoga tahun depan masih bisa kami pertahankan,” ucapnya penuh semangat.

Sebelumnya, para atlet di bawah binaannya sendiri telah melakukan latihan rutin selama dua bulan. Atlet diberikan asupan tambahan untuk menjaga stamina.

“Atlet, kami berikan pelatihan fisik. Dibuatkan perahu besar yang terbuat dari papan juga. Kalau orang sini bilang sompual,” tambah dia.

Dikarenakan jalur mereka sudah terbilang cukup tua, untuk itu tenaga menjadi poin penting yang dipersiapkan. “Maklumlah, jalur ini sudah cukup tua. Jadi tenaga yang perlu kami siapkan,” terang Indra.

Indra menceritakan, bahwa jalur mereka dibuat pada tahun 2011 silam yang ditukangi Pak Si Am. Terbuat dari jenis kayu Meranti Janiah, yang merupakan salah jenis kayu yang memiliki daya tahan lama.

“Dia (jalur, red) yang paling senior di sini, terbuat dari kayu Meranti Janiah, spesies kayu yang paling tahan,” sebut.

Nantinya, hadiah yang diperoleh akan mereka bagi rata dengan para atlet sebab jalur nya dikelola oleh kelompok bukan milik desa.(mal/dod)

Comments

News Feed