oleh

Garuda Muda Gagal Berikan Kado

LAPORAN EKA BUANA PUTRA

PEKANBARU (HR)-Perjuangan tim nasional Indonesia U-18 untuk meraih juara pila AFF U-18 yang dilaksanakan di Vietnam, akhirnya terhenti oleh musuh bebuyutan, Malaysia. Garuda Muda menyerah 3-4 atas Harimau Malaya di Stadion Binh Doung Vietnam, Sabtu (17/8).

Dengan hasil ini tentunya buyarlah kado HUT RI 74 yang akan dipersembahkan oleh timnas muda ini. Namun masih bisa diberikan, meskipun dengan nilai yang lebih kecil untuk peringkat ketiga.

Pertandingan berlangsung alot, Indonesia tertinggal lebih dahulu melalui gol Mohd Aiman Afif pada menit ke 19. Kemudian Beckham Putra Nugraha menit 45 mejebol gawang Malaysia dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di babak pertama.

Pada babak kedua, asuhan Fachri Husaini ini kembali tertinggal pada menit 54 melalui gol Luqman Hakim Shamsudin.

Serangan demi serangan terus dilakukan dan membuat Malaysia hanya bisa memainkan bola di daerah pertahanannya. Akhirnya upaya Garuda membuahkan hasil pada menit 79, Fajar Fathur Rachman menyarangkan bola ke gawang Malaysia yang di jaga Shik Izhan dan menjadikan skor sama 2-2.

Berselang 3 menit, tepatnya menit ke 82, David Maulana cs berhasil membalikkan keadaan lewat serangan balik dan aksi lari cepat Muhammad Salman Alfarid dan melakukan tembakan langsung dari luar kotak pinaldi tak mampu dibendung Shik Izhan dan menjadikan Indonesia unggul 3-2.

Namun sayang, skor itu ternyata tidak bisa dipertahankan. Menit 84, wasit menunjuk titik putih Indonesia akibat pelanggaran yang dilakukan dalam kotak 16 tersebut. Harith Haiqal, berhasil memperdaya kiper Indonesia, Ernando Ari dan memaksa pertandingan 2×45 ini imbang 3-3 dan harus ditentukan melalui tambahan waktu.

Sundulan Harith Haiqal menjebol gawang Indonesia pada menit 98 tambahan waktu. Gol kedua Harith Haiqal itu membuat Malaysia unggul 4-3 dan tak lagi mampu dibalas hingga 2×15 menit selesai.

Perjuangan Timnas U18 layak diapresiasi setelah tak henti berjuang di menit-menit akhir hingga babak tambahan.

Indonesia akan kembali bertemu Myanmar pada perebutan peringkat ketiga. Myanmar kalah pada semifinal kedua atas Australia 2-1. Negeri Kangguru iitu akan bertemu Harimau Malaya pada babak final.

Fakhri Husaini menyebut Malaysia sebagai salah satu tim yang memiliki organisasi permainan yang rapih dan unggul dari beberapa tim yang lain.

“Malaysia bermain sangat kompak. Pertahanan mereka cukup terorganisir dan menyerangnya pun rapih, secara fisik posturnya pun bagus-bagus” katanya.***

Comments

News Feed