oleh

Jaksa Tentukan Sikap terhadap BJB Pekanbaru

PEKANBARU (HR)- Sejauh ini, pihak Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru belum menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Jika tetap tidak kooperatif, Korps Adhyaksa Pekanbaru itu akan segera menentukan sikap.

Adapun dokumen yang diminta tersebut terkait penyelidikan dugaan pengalihan agunan kredit di bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan Banten itu. Permintaan dokumen itu diketahui telah dilakukan jauh-jauh hari.
“Belum kita terima dokumen atau data yang kita minta kemarin,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni saat dikonfirmasi Haluan Riau, Minggu (18/8).

Diyakini, dokumen yang diminta itu adalah agunan kredit yang menjadi persoalan dalam perkara itu. Belum diserahkannya dokumen itu, kata Yuriza, dikarenakan BJB Pekanbaru harus melaporkan terlebih dahulu ke BJB Pusat. “Kemarin legal mereka (Bank BJB) di sini sudah memberi konfirmasi ke kita. Mereka meminta izin dulu ke (BJB) Pusat,” sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga itu. “Berapa lamanya, kita tidak tahu. Yang jelas kita tunggu saja,” sambungnya.

Pihaknya, sebut dia, akan menentukan sikap jika pihak BJB tak kooperatif dengan tidak menyerahkan dokumen yang diminta. Apa sikap itu, akan diputuskan kemudian. Kalau tidak juga diserahkan, kita akan menentukan sikap. Tapi untuk saat ini kita tunggu saja,” pungkas Yuriza Antoni.

Sebelumnya, dalam perkara ini tim penyelidik telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak. Di antaranya, Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta. Keduanya diklarifikasi pada Rabu (22/5) kemarin. Selain itu, proses klarifikasi juga akan dilakukan terhadap Dani Sutarman. Dia adalah mantan Pimcab BJB Pekanbaru tahun 2014 lalu, dan seorang pihak swasta yang merupakan debitur BJB Pekanbaru, Fahri.

Tidak hanya itu, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk selaku pejabat Analisis Kredit di BJB Pekanbaru juga telah menjalani proses yang sama. Untuk nama yang disebutkan terakhir itu diketahui telah beberapa kali menjalani proses pemeriksaan, meski telah banyak pihak yang diperiksa, Kejari Pekanbaru masih membutuhkan keterangan dari pihak-pihak lainnya.

Dari data yang dirangkum, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru. Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus. Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain.(dod)

Comments

News Feed