oleh

BTKLPP Sebut Kualitas Udara di Inhu Tidak Sehat

RENGAT (HR)-Udara di Kabupaten Indragiri Hulu saat ini masuk dalam kategori tidak sehat. Ini diketahui dari pengukuran Indeks udara yang dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTPKLPP) Batam di Inhu, 19 dan 20 Agustus 2019.

Kepala BTKLPP kelas 1 Regional Kepri Riau dan Jambi, Slamet Mulsiswanto melalui petugasnya yang turun ke Inhu menyatakan pengukuran indeks udara di Inhu dilakukan berdasarka permintaan dari Pemkab Inhu melalui Dinas Kesehatan.

Dikatakan pihak BPTKLPP, setelah dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Inhu berada di atas angka 150.”Angka itu menunjukkan bahwa kondisi udara di Inhu tidak sehat, tegasnya didampingi pihak Diskes Inhu, Haryanto. Namun dikatakannya, pandangan kasat mata yang ada belum bisa dinyatakan bahwa udara itu tidak baik sebelum dibawa ke Labor atau dilakukannya pengukuran ISPU, walaupun terlihat berasap.

Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No 289 tahun 2003 tentang ISPU, ukuran standar ISPU yakni 0 – 50 Baik tidak memberikan dampak bagi kesehatan manusia atau hewan.51-100 Sedang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang peka. 101-199 Tidak Sehat bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang peka atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika. 200-299 Sangat Tidak Sehat, kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. 300-399, Berbahaya artinya kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi (misalnya iritasi mata, batuk, dahak dan sakit tenggorokan) dan 400 ke atas sangat berbahaya.

Dikatakannya, bahwa mereka hingga Selasa (20/8) sudah dilakukan pengkuran pada dua titik yakni dari halaman kantor Bupati Inhu pada Senin (19/8) malam sekira pukul 22.00 WIB dan di Danau Raja sekira pukul 08.00 WIB [Selasa]. “Jika dilihat dari indeks yang ada, tertinggi itu berada pada malam hari dan diduga kebakaran ataupun pembakaran yang terjadi dilakukan pada malam hari, ucapnya.

Dengan kondisi ini, pihak BTPKLPP menyarankan agar masyarakat mengurangi aktfitas di luar ruangan dan jika di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker.”Hasil ini akan kami sampaikan kepada Diskes Inhu dan bagaimana selanjutnya tentu wewenangnya ada pada pemerintah daerah, tambahnya.

Semetara itu Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Elis Julinarti kepada Haluan Riau menyebutkan bahwa hasil pengkuran ISPU itu nantinya akan menjadi acuan pihaknya untuk membat kebijakan.”Saya akan lapor ke Sekda dan Bupati hasil ini, untuk menjadi acuan arahan selanjutnya, ucap Elis.(eka)

Comments

Berita Terbaru