oleh

Belum Dua Tahun, Alek Kurniawan Dicopot Sebagai Sekwan Pekanbaru

PEKANBARU (HR)-Belum sempat dua tahun menjabat Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan dinonaktifkan. Pencopotan itu, menurut Alek, dilakukan tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

“Sampai hari ini, belum ada saya menerima pemberitahuan tentang penonaktifan diri saya,” ujar Alek Kurniawan, saat dikonfirmasi haluanriauco, Rabu(21/8).

Alek mengaku, saat ini dirinya masih dalam masa cuti besar yang baru akan berakhir pada tanggal 14 Oktober 2019 mendatang

“Saya masih dalam masa cuti besar. Makanya saya tak tahu tentang penonaktifan diri saya dari jabatan (Sekwan Pekanbaru) itu,” sebut mantan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru itu

Sesuai ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), melarang kepala daerah memberhentikan atau memindahkan seorang pejabat yang menduduki jabatannya belum genap dua tahun.

Dalam UU ASN yang berlaku sejak 15 Januari 2014 lalu itu, mengatur tentang penempatan pejabat. Pejabat bisa dimutasi jika yang bersangkutan sudah bekerja selama dua tahun. Namun selama itu, setiap tahun kinerja pejabat itu dinilai.

“Kalau untuk jabatan Sekwan, jangankan dua tahun, setahun pun belum ada. Saya dilantik baru sejak tanggal 25 Januari 2019,” beber dia.

Diketahui, sejak Senin (19/8) kemarin, jabatan Sekwan Pekanbaru resmi dijabat seorang pelaksana tugas (Plt), yaitu Zulfahmi Adrian. Dia menggantikan posisi Sunarto yang sebelumnya mengundurkan diri karena tak sanggup menanggung beban kerja di jabatan tersebut.

Posisi Sunarto saat itu menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) menggantikan Alek Kurniawan, yang dalam masa cuti besar.(her/dod)

Comments

Berita Terbaru