oleh

GEMAK-PERI Desak BJB Pekanbaru Terbuka ke Publik

PEKANBARU (HR)-Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru diminta menyampaikan ke publik terkait dugaan kejahatan perbankan yang terjadi di bank tersebut. Dimana persoalan tersebut saat ini tengah diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Dugaan kejahatan perbankan itu adalah pengalihan agunan kredit milik nasabah. Disinyalir ada keterlibatan oknum pegawai di bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Banten itu, dalam persoalan tersebut.

Desakan itu disampaikan massa yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Anti Kejahatan Perbankan Riau (GEMAK-PERI) kala melakukan unjuk rasa di Kantor Cabang BJB Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/8).

Satu persatu perwakilan pendemo melakukan orasi, menyampaikan sejumlah hal terkait dugaan kejahatan yang diduga terjadi tahun 2014 lalu. Menurut mereka, perbuatan tidak terpuji itu dilakukan, salah satunya oleh Indra Osmer Gunawan Hutahuruk selaku pejabat Analisis Kredit di BJB Pekanbaru kala itu.

“Kami meminta pihak Bank BJB untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi, kesalahan yang diduga dilakukan Indra Hutahuruk yang telah melakukan pengalihan agunan,” ujar Atan Darham selaku Koordinator Aksi GEMAK-PERI.

Proses klarifikasi itu, sebut Atan, mutlak dilakukan. Apalagi BJB diketahui merupakan perusahaan milik pemerintah daerah. Dengan begitu, masyarakat akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Kalau benar pihak Bank BJB tidak melakukan kesalahan, sebaiknya sampaikan ke publik,” lanjut Atan.

Selain itu, pendemo juga mendesak agar pihak bank menghadirkan Indra Hutahuruk ke hadapan mereka. Dengan harapan, yang bersangkutan juga bisa memberikan klarifikasi.

“Kami menuntut Indra Hutahuruk ini dihadirkan di sini, karena kuat dugaan dia lah salah satu otak pelaku,” tegas dia. Sayangnya, permintaan itu tidak bisa dipenuhi, karena yang bersangkutan tidak lagi bertugas di BJB Pekanbaru.

“Kita akan menunggu hingga hari Rabu (pekan depan). Kita tunggu itikad baik BJB untuk memberikan klarifikasi. Jika tidak, ke depannya, kami pastikan akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar,” sambung dia menegaskan.

Sementara itu, Gumilar yang didaulat menjumpai peserta aksi berjanji akan menyampaikan tuntutan pendemo ke pimpinan dan manajemen BJB Pekanbaru.

“Kami hanya bisa menerima aspirasi ini.
Selanjutnya akan terus ke pimpinan dan manajemen,” kata perwakilan BJB Pekanbaru itu.

Menurut dia, manajemen BJB memberikan perhatian khusus terkait persoalan tersebut. Apalagi masalah ini telah bergulir di pihak penegak hukum.

“Ini akan menjadi concern kami,” sebut dia.(dod)

Comments

Berita Terbaru