oleh

Jaksa Periksa 2 Tersangka Dugaaan Kredit Macet di PT PER, 1 Orang Lagi Menyusul

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka dugaan korupsi kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), Rabu (21/8). Sementara seorang tersangka lagi tidak hadir.

Dua tersangka yang hadir itu, masing-masing berinisial IH dan R. Pemeriksaan itu dilakukan penyidik pada bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru.

Ini diketahui merupakan pemeriksaan pertama terhadap keduanya, pasca ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan Agustus 2019 kemarin. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara masing-masing mereka.

“Pemeriksaan dilakukan dalam kapasitas mereka sebagai tersangka,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, Rabu siang.

Sementara untuk tersangka yang belum hadir, kata dia, berinisial I. Ketidakhadiran itu, sebut Yuriza, karena yang bersangkutan tengah melengkapi administrasi untuk penunjukan penasehat hukum.

“Yang bersangkutan (inisial I,red) akan kita jadwalkan ulang untuk pemeriksaannya,” lanjut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Terhadap tersangka yang telah hadir, dimungkinkan akan dipanggil kembali. Itu tergantung kebutuhan proses penyidikan.

Selain terhadap para tersangka, kata Yuriza, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap saksi-saksi lain.

“Ini kan baru pertama kalinya. Tentunya nanti kita agendakan lagi, bersama saksi-saksi lainnya,” imbuh Yuriza yang pernah menjabat Kasi Pidsus Kejari Pelalawan itu.

Seperti diketahui, perkara ini dilaporkan oleh manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Atas laporan itu, Kejari kemudian melakukan pengusutan dan hingga akhirnya menaikan status perkara ke tahap penyidikan.

Dalam proses penyidikan, sejumlah saksi telah dimintai keterangannya. Seperti, Direktur PT PER, Rudi Alfian Umar. Lalu, Kusnanto Yusuf yang saat perkara itu terjadi adalah Direktur PT PER.

Selain itu, terdapat sejumlah saksi lainnya yang menjalani proses pemeriksaan. Dari PT PER, terdapat nama Irfan Helmi selaku mantan Pimpinan Desk PMK, Rahmiwati selaku Analis Pemasaran, dan Sari Sasni serta Yuli Rizki selaku Kasir.

Sementara itu, dari pihak swasta terdapat nama Sri Wahyu Utami, dan Syardawati Idham yang merupakan Ketua Koperasi Permata I Delima, serta Ketua Kelompok UMKM, Irawan Saryono.(dod)

Comments

News Feed