oleh

Mahfud MD : Kasus Kedaluwarsa

PEKANBARU (HR)- Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD, menganggap permasalahan video ceramah tanya jawab Ustad Abdul Somad terkait dengan penistaan lambang salib dari agama Kristiani sudah kedaluwarsa untuk dilaporkan.

Menurut Mahfud MD, dalam video tersebut ada dua hal harus diingat. Pertama, pernyataan Ustaz Abdul Somad itu mungkin sudah daluarsa untuk dipidanakan. Kedua, masyarakat nampaknya sudah memaafkan. “Yang perlu diingat, setiap tindak pidana itu ada daluarsa. Kok sudah beberapa tahun lalu baru muncul. Itu namanya daluarsa di dalam hukum pidana,” ujar Mahfud MD usai menjadi narasumber Forum Diskusi Publik yang ditaja Komifo RI di salahsatu hotel di Pekanbaru, Selasa (20/8).

Dijelaskan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, ia menganggap masalah Ustadz Abdul Somad sudah selesai. Ustadz kondang asal Riau tersebut, saat ini masih menjalani proses pendidikan S3 di Sudan. “Itu kita anggap selesai, kita doakan Ustaz Abdul Somad bisa menyelesaikan studinya dengan baik, dan segera kembali ke Indonesia untuk mengabdi kepada republik Indonesia bersama kita,” ungkapnya.

Disinggung mengenai penyebar konten video Abdul Somad yang menimbulkan kegaduhan apakah bisa dipidanakan. Mahfud MD dengan tegas mengatakan, penyebar video bisa dipidanakan, karena telah membuat kekisruhan sesuai dengan UU ITE yang berlaku di Indonesia.

“Bisa, kan dalam UU ITE penyebar sesuatu yang menimbulkan yang tak benar dan masalah hukum itu bisa (dipidana). Tapi saran saya, kita tak usah ribut-ribut ke situ dulu lah. Kita harus belajar, bahwa tidak semua tidak pidana itu bisa diajukan ke Pengadilan, kalau sudah kadaluwarsa ya kadaluwarsa. Kalau dilihat video itu, Ustaz Abdul Somad masih muda-muda sekali, bukan baru-baru ini,” kata Mahfud MD.

Sebagaimana diberitakan dalam beberapa hari ini, Ustadz kondang Abdul Somad, dilaporkan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMkI, ke Mabes Polri. Sebelumnya Abdul Somad juga dilaporkan oleh ormas Horas Bangso Batak, terkait dengan video dakwah Abdul Somad tentang salib yang viral di media sosial.

Ustadz Abdul Somad sendiri, juga telah mengklarifikasi pernyataannya dalam sesi tanya jawab, dan untuk intern umat bukan untuk umat yang lain. UAS menegaskan substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jamaah dan bukan untuk merusak hubungan antar umat agama di Indonesia.

Klarifikasi Video
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) terlebih dahulu sebelum bersikap lebih jauh terkait video ceramah UAS yang viral beberapa hari ini. Sebelumnya, UAS telah dilaporkan ke polisi lantaran video ceramahnya. “Dalam rapim tadi disepakati beliau Insyaallah akan diundang mengadakan silaturahim dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia pusat dalam waktu secepat-cepatnya,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Muhyiddin Junaidi dalam konferensi persnya setalah rapim harian, Selasa (20/8).

Muhyiddin mengatakan, pimpinan MUI merasa perlu mengundang Ustaz Abdul Somad ke kantor MUI di Jalan Proklamasi 51 nomor 6, untuk mengetahuai apa yang sebenarnya terjadi. Dengan begitu, MUI tidak hanya mendapat informasi dari video yang sudah diviralkan orang. “Karena kami juga perlu mengetahui secara detil tentang kronologi permasalahan. Khususnya yang berkaitan dengan video beliau yang sudah diviralkan ke publik menimbulkan pro dan kontra,” ujarnya.

Muhyiddin menuturkan, alasan lain, mengapa pimpinan MUI mengundang Ustaz Abdul Somad, agar MUI tidak salah dalam mengambil keputusan dan menentukan sikap terkait masalah yang saat ini sudah masuk laporan Kepolisian. “Maka kami perlu bertabayyun dulu kepada yang bersangkutan dan Insyaallah korespondensi dan komunikasi sedang berjalan,” katanya.

Muhyidin memastikan, jika Ustaz Abdul Somad sudah mengetahui perihal undang dari MUI. Ustaz Abdul Somad menyatakan siap memenuhi undang tersebut. “Beliau siap untuk datang bertemu dengan kami,” katanya. Muhyiddin mengatakan, dalam masalah ini, MUI siap untuk menjadi mediator antara para pihak yang pro dan kontra terkait video ceramah Ustaz Abdul Somad. Untuk itu pertemuan Ustaz Abdul Somad dengan MUI lebih cepat lebih baik. “Guna mendinginkan suasana yang sedikit panas saat ini kesalahpahaman, apa sih duduk permasalahannya, sehingga lebih cepat lebih bagus diselesaikan,” katanya.

Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf Rangkuti sependapat dengan Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin, untuk mendengarkan penjelasan Ustadz Abdul Somad terlebih dahulu. “Jadi supaya tidak mengalami semacam distorsi atau menghakimi dan sebagainya,” katanya.

Yusnar menilai, adalah manusiawi jika ada seseorang yang sering mengajarkan tentang ilmu agama salah dalam kata dan perbuatan. Jadi kata dia apa yang disampaikan seorang ustaz itu juga bisa salah dan juga bisa benar. “Jadi ada dua sisi dalam hal ini. Kalau kita melihat sisi yang pertama bahwa itu ucapan yang salah menurut pihak yang dirugikan itu wajar saja tetapi tidak menanggapinya dengan emosional,” katanya.

Ketua MUI Bidang Infokom Masduki Bayduwi meminta umat Islam menahan diri dan tidak terpancing atas fenomena yang terjadi saat ini. Terutama terhadap pihak-pihak yang melaporkan Ustaz Abdul Somad ke pihak kepolisian. “Kita harus tenang, dewasa menyelesaikan masalah ini dan kita juga harus mengedepankan semangat mencari solusi agar negara ini tidak dihebohkan, tidak disibukan dengan persoalan-persoalan justru akan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama,” katanya.(nur/rol)

Comments

News Feed