oleh

Pacu Jalur Kuansing Dibuka Menpar

PEKANBARU (HR)- Pariwisata di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau terus mengalami peningkatan sejak beberapa tahun ini. Untuk memastikan keseriusan Riau dalam mengelola pariwisata di daerah, Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau beberapa tempat pariwisata dan ekonomi kreatif, Selasa (20/8). Dijadwalkan pagi ini, Rabu (21/8), Menpar membuka langsung Pacu Jalur di Kuantan Singingi.

Lokasi pertama yang dikunjungi Menpar bersama Gubernur Riau, Syamsuar, dan Kadis Pariwisata Fahmizal Usman, yakni kawasan Ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Palas, Rumbai dan kawasan Danau Khayangan, Danau Buatan Rumbai Pesisir. “Saya lihat Riau sudah semakin serius untuk mengembangkan sektor pariwisatanya, karena itu kita harus temukan kekuatan atraksi yang bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Riau,” ujar Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, ia rajin keliling daerah untuk melihat produk dan potensi pariwisatanya. Sebagai industri, produk dari pariwisata adalah destinasi, sedang customer nya adalah Originasi atau travelersnya. “Sebagai Kementerian Marketing, maka kita harus makin paham produk destinasi kita. Pertama, customers atau para pelancong itu sudah berubah lebih digital 70 persen search and share via digital, 51 persen inbound didominasi anak muda millennials,” ungkapnya.

“Maka saya harus memastikan, apakah produk destinasi kita sudah customers oriented. Sudah bisa diandalkan untuk meng-attract wisatawan muda, yang sudah sangat digital,” tambahnya.

Menpar Arief Yahya selalu mengingatkan agar kreativitas menyiapkan destinasi juga semakin millennials friendly. Destinasi itu domainnya Pemprov, Pemkab, Pemkot. Merekalah yang memiliki, sekaligus memiliki destinasi. “Ketika customers berubah, maka semua strategi juga ikut berubah. Seorang pemimpin besar, sejatinya juga seorang pemimpi besar. Ketika mereka bisa membayangkannya, mereka yakini bisa mewujudkannya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, Arief Yahya, saatnya memahami produk pariwisata yang bernama destinasi itu. Berbicara soal Destinasi itu dia selalu menggunakan framework 3A (Atraksi, Akses, Amenitas). Atraksi itu sendiri memiliki 3 portofolio, yakni culture, nature, dan manmade. Akses itu adalah cara bergerak menuju ke destinasi, bisa darat, laut dan udara. Amenitas lebih ke akomodasi, hotel, resort, homestay, dan lainnya. “Melihat potensi KEK adalah pengembangan amenitas. Dan bagaimana menuju ke lokasi, berapa lama, menggunakan moda transportasi apa, itu adalah akses. Kalau ingin menjadi global player, maka 3A nya juga harus global standart. Saya ingin memastikan semua destinasi kita layak mendunia,” katanya.

Sementara itu, Kadispar Riau, Fahmizal Usman, menjelaskan sesuai jadwal kunker, Menteri Arief Yahya, berkunjung ke 4 kabupaten/kota di Riau, di antaranya Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai dan Kabupaten Kuantan Singingi. Setelah melakukan kunker di Pekanbaru, Menpar terbang ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis guna meninjau KEK di Desa Cinggam dan dijadwalkan akan melakukan pertemuan langsung dengan Bupati Bengkalis dan masyarakat di pantai Rupat Utara.

Selanjutnya, Menpar Arief menuju ke kota Dumai guna meninjau pelabuhan Bandar Sri Junjungan, Pelabuhan Pelindo I dan Bandar Bakau serta memberikan dukungan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Setelah itu rombongan menuju ke Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). “Besok (pagi ini red), Menpar berserta Gubernur Riau menuju prosesi acara Maelo Jalur di Pulau Bungin Darat. Selanjutnya, membuka kegiatan Festival Pacu Jalur penyerahan trophy Menpar ke Bupati Kuansing di Lapangan Limuno,” kata Fahmizal.(nur)

Comments

News Feed