oleh

Pemkab Bengkalis Taja FGD RPIK

 

USMAN MALIK LIPUTAN BENGKALIS

BENGKALIS (HR)-Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015, bahwa pengembangan industri di daerah harus membuat Rencana Induk Pengembangan Industri Kabupaten (RPIK) yang mengacu kepada Kebijakan Industri Nasional (KIN).

Atas dasar ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Pembangunan Idustri Kabupaten dan Kajian Akademis Ranperda RPIK 2020-2040 di Kantor Disdagperin, Selasa (20/8).

FGD dibuka oleh Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, H. Raja Arlingga. Dalam pengarahannya ia menyampaikan bahwa Negeri Junjungan memiliki berbagai potensi industri, baik itu di sektor perikanan, pertambangan, perkebunan, pariwisata dan kerajinan.

“Dari berbagai potensi tersebut, perlu dilakukan kajian akademis secara mendalam. Sektor industri andalan seperti apa yang akan dikembangkan ke depannya,” tegas Raja.

Untuk itu, dia berharap melalui FGD ini muncul ide-ide atau gagasan tentang program apa saja yang bisa diterapkan ke kedepannya untuk pengembangan sektor industri andalan sesuai potensi yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Sehingga, pada tahun 2020 program ini sudah dapat dimasukkan dalam Perda RPIK,” ujarnya.

Termasuk juga tentang Kawasan Industri Buruk Bakul, Raja juga berharap kajian lebih mendalam lagi sehingga bisa terwujud ke depannya. “Masterplannya udah ada, namun ada beberapa kendala sehingga belum bisa dijalankan. Mohon kajian lebih mendalam lagi agar bagaimana KIBB ini bisa diwujudkan ke depannya,” pesan Raja.

Terakhir Raja menegaskan, yang terpenting out put yang diharapkan melalui FGD ini adalah lahirnya langkah-langkah konkrit dalam pembangunan sektor industri di Kabupaten Bengkalis. Bukan hanya sebatas wacana, tapi harus ada implementasinya di lapangan sehingga bisa memberikan kontribusi positif untuk daerah dan masyarakat.

FGD menghadirkan Tim Universitas Riau, Kementerian Perindustrian, Badan Standarisasi Nasional dan Dinas Perindustrian Provinsi Riau. Sementara pesertanya perwakilan dari masing-masing dinas/instansi, BUMD, pelaku idustri dan stakeholder terkait lainnya.***

Teks foto:
Focus Group Discussion Penyusunan Rencana Pembangunan Idustri Kabupaten dan Kajian Akademis Ranperda RPIK 2020-2040 di Kantor Disdagperin Bengkalis, Selasa (20/8).Haluan Riau/Usman

 

Comments

News Feed