oleh

Ajukan Pledoi, Terdakwa Kepemilikan 37 Kg Bersumpah Tidak Bersalah dan Minta Dibebaskan

BENGKALIS (HR)-Suci Ramadianto telah menyampaikan nota pembelaannya dalam sidang dugaan kepemilikan 37 kilogram sabu di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Untuk meyakinkan majelis hakim, Suci tak henti-hentinya bersumpah jika dirinya tidak bersalah.

“Terdakwa Suci beberapa kali bersumpah atas nama Allah SWT, bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak melakukan jual beli barang haram,” ujar Achmad Taufan, Jumat (23/8).

BACA : Tiga Terdakwa Kepemilikan 37 Kg Sabu di Bengkalis Dituntut Mati, Dua Lainnya 20 Tahun Penjara

Pembacaan pledoi itu berlangsung dua hari, Rabu (21/8) dan Jumat ini. Suci dalam kesempatan itu menyampaikan pembelaannya secara pribadi, dan diikuti oleh tim penasehat hukumnya.

Dalam pledoinya, Suci juga bersumpah jika memang benar dirinya melakukan pekerjaan yang dituduhkan, maka dia siap menerima hukuman hingga ke anak cucunya. Jika dirinya tidak bersalah, maka dia pun bersumpah agar Allah SWT memberikan azab kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penyidik.

BACA : Pembuktian Dinilai Lemah, Pengacara Lima Terdakwa Kepemilikan 37 Kg Sabu Yakin Hakim Bersikap Adil

“Banyak pengunjung sidang yang meneteskan air mata mendengar peldoi terdakwa,” kata Taufan.

Dalam pledoinya, Suci menceritakan bagaimana proses awal penangkapan dirinya sampai diadili di PN Bengkalis. Dia merasa merasa dizalimi hingga dirinya dituntut dengan hukuman mati.

Selain Suci, empat terdakwa lain juga membacakan pledoi. Mereka adalah Iwan Irawan dan Rozali yang juga dituntut mati serta Surya Dharma dan Muhammad Aris yang dituntut hukuman 20 tahun penjara.

Taufan menyebutkan, pembelaan dibacakan para terdakwa benar-benar dari hati nurani dan secara sadar. Pledoi dibacakan bergantian dengan Ratho Priyosa selama tiga jam.

“Pledoi ini kami bacakan seluruhnya, tidak setengah setengah mengingat perkara ini sangat serius demi mencari kebenaran materil. Dalam pledoi kami tuntaskan betapa lemahnya pembuktian penuntut umum dalam perkara yang akan menghilang kan tiga nyawa manusia,” sebut Taufan.

Dalam pledoi itu, tim penasehat hukum juga menjelaskan tentang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dicabut oleh terdakwa. “Sudah sangat jelas terdakwa Suci Ramadianto tidak ada kaitannya dengan penemuan narkotika 37 kilogram yang ditemukan dalam pompong,” tegas Taufan.

Taufan dalam pledoi tertulisnya menjelaskan sebelum ditemukan narkoba terlebih dahulu petugas Polairud dan warga melakukan penggeledahan yang disaksikan seluruh terdakwa. Saat penggeledahan awal, tidak ditemukan sabu-sabu seberat 37 kilogram.

Setelah itu, para terdakwa diizinkan meninggalkan kapal untuk membeli bahan bakar dengan meninggalkan nomor handphone salah satu terdakwa. Ketika kembali, terdengar kalau di kapal pompong yang bersandar di perairan Bengkalis tersebut ditemukan 37 kilogram sabu.

JPU, kata Taufan, terjebak pada tuntutannya dengan membuat alur cerita bahwa terdakwa Suci dapat pesanan narkotika dari Iwan yang saat ini di sebuah lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Lampung. Ketika diminta secara tegas untuk dihadirkan dalam persidangan, JPU mengatakan sesungguhnya tidak tahu apakah Iwan itu ada atau tidak.

“Jadi catatan hukum yang penting bagi kita semua, ketika Penuntut Umum dengan percaya diri meminta agar terdakwa dihukum mati atas sesuatu tindak pidana antara terdakwa dan seseorang bernama Iwan. Sementara mereka ragu apakah sosok Iwan ini manusia atau hantu,” kata dia.

Taufan berkeyakinan bahwa majelis hakim akan mempertimbangkan semua nota pembelaan sesuai fakta persidangan.

“Kami yakini bahwa para terdakwa tidak bersalah dan layak diputuskan dengan putusan bebas,” pungkas Taufan.(dod)

Comments

Berita Terbaru