oleh

Jokowi Perintahkan Kapolri Tindak Tegas

JAKARTA (HR)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan perintah pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkaitan dengan peristiwa di Surabaya, Jawa Timur yang berkelindan dengan kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Papua Barat. Akar permasalahan kerusuhan tersebut diduga terkait adanya diskriminasi ras.

“Saya juga telah memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi ras dan etnis yang rasis secara tegas,” kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).

Terlepas dari itu Jokowi mengaku selalu memantau kondisi terkini di Papua dan Papua Barat. Menurut Jokowi, saat ini situasi di provinsi paling timur Indonesia itu sudah normal. Rangkaian peristiwa ini bermula dari adanya ricuh di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya, pada Sabtu (17/8) sore. Polisi berencana menjemput mahasiswa asal Papua di asrama terkait insiden pembuangan bendera Merah Putih. Namun, sudah 1 jam ditunggu, mahasiswa itu tak mau keluar.

Karena peringatannya tak diindahkan, polisi akhirnya memilih melakukan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata. Terdengar hampir 20-an tembakan menggema. Tindakan tersebut yang kemudian dipersoalkan oleh para mahasiswa di Surabaya tersebut. Terlebih, menurut para mahasiswa Papua, ada kalimat-kalimat rasis yang ditujukan kepada para mereka.

Tindakan tersebut kemudian juga menyulut protes di Papua dan Papua Barat. Kerusuhan bahkan sempat terjadi di berbagai wilayah di Papua Barat.

Polri Usut
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyelidiki lima akun media sosial yang menyebarkan video bernuansa provokasi. Video-video tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya aksi demonstrasi berujung ricuh di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat, pada pekan ini.

“Ada lima akun media sosial yang didalami, masih penyelidikan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/8).

Namun demikian, pihaknya enggan menyebutkan detil kelima akun media sosial tersebut. Demonstrasi berujung kericuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, terjadi Senin (19/8). Sejumlah jalan diblokir mahasiswa dan masyarakat dengan cara membakar ban kendaraan. Mereka juga merusak sejumlah fasilitas umum serta membakar Gedung DPRD Papua Barat.

Di Jayapura, Papua, massa turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi. Kemudian unjuk rasa juga terjadi di Sorong, Papua Barat, yang berujung pada perusakan fasilitas publik, salah satunya perusakan kaca di Bandara Domine Eduard Osok.
Selanjutnya terjadi aksi massa di Fakfak, Papua Barat, pada Rabu (21/8) yang berujung pada pembakaran sebuah pasar. Aksi massa juga terjadi di Timika, Papua, yang berujung massa melempari batu ke Gedung DPRD Mimika. Para pendemo tersebut memprotes tindakan persekusi dan rasisme yang diduga dilakukan oleh organisasi masyarakat dan oknum aparat terhadap para mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, yang terjadi pada Sabtu (17/8).(dtc/rol)

Comments

News Feed