oleh

Ribuan Warga Riau Terserang ISPA, Kebijakan Libur Sekolah Harus Situasional

PEKANBARU (HR) – Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Provinsi Riau masih menjadi persoalan serius. Ribuan warga tercatat telah terserang ISPA.

Data ISPU menunjukkan kualitas udara sangat beragam, ada kualitas sedang bahkan ada pula level tidak sehat. Lantas bagaimana sikap pemerintah terhadap kelangsungan pendidikan?.

Sejauh ini belum ada penetapan resmi mengenai jadwal libur sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru saat dikonfirmasi, masing-masing pihak sekolah boleh mengambil kebijakan untuk meliburkan siswanya dengan pertimbangan harus situasional.

Disdik sudah memberitahukan persoalan tentang kebijakan ini melalui surat edaran.

“Kalau memang kabut asap pekat dan peserta didik sesak nafas, maka bisa saja pihak sekolah pulangkan atau liburkan untuk sementara,” kata Abdul Jamal di Pekanbaru.

Menurutnya, pihak sekolah harus berkoordinasi dengan dinas dan orangtua siswa. Mereka harus melapor adanya rencana meliburkan atau memulangkan peserta didik lebih awal.

Prosesnya harus secara bertahap. Pihak sekolah tidak bisa memulangkan peserta didik di SD sekaligus. Mereka bisa memulangkan murid kelas 1, 2 dan 3. Saat kondisi semakin tidak sehat, pihak sekolah bisa memulangkan murid kelas 4, 5 dan 6.

“Lain halnya dengan murid TK, mereka bisa dipulangkan langsung sekaligus,” jelasnya.

Jamal menyebut pihak sekolah juga bisa menyikapi kondisi kabut asap dengan memundurkan jadwal masuk. Namun hal ini harus dipertimbangkan dengan kondisi kabut asap.

“Intinya situasional, harus ada kordinaasi ke dinas. Sekolah harus beri tahu orangtua juga. Kita sudah sampaikan ke pihak sekolah,” jelasnya.(tim/hrc)

Comments

News Feed