oleh

Hotspot Pelalawan 102, Jarak Pandang 2 KM Berkabut

PANGKALAN KERINCI (HR)- Bukannya makin hilang, Titik panas (Hotspot) di Provinsi Riau terutama Kabupaten Pelalawan makin menggila banyaknya.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Hotspot di Kabupaten Pelalawan, Update tanggal 24 Agustus 2019 pukul 07.00 Wib Confidence >50% = 102 titik.

“102 Hotspot ini tersebar di 4 Kecamatan, yakni 19 titik di Kecamatan Bunut, 41 titik di Kuala Kampar, 3 titik di Langgam dan 32 titik terdapat di Kecamatan Pangkalan Kuras. Sedangkan untuk Confidence >70% yang diprediksi menjadi titik api 76 titik,” ujar Forcaster on duty Gita Dewi Siregar melalui sambungan seluler, Sabtu (24/8).

Sedangkan prakirawan cuaca, pagi hari, cerah berawan namun berpotensi terjadinya penurunan jarak pandang yang disebabkan kekaburan udara dan tingginya kabut asap.

“Untuk siang hari cerah berawan, namun pada malam hari cerah berawan namun berpotensi hujan ringan yang tidak merata terjadi disebagian wilayah kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, Akibat tingginya Hotspot yang mencapai 102 titik, mengakibatkan jarak pandang kisaran 2 KM.

“Jarak pandang saat ini berkisar 1 hingga 2 Kilometer. Kita berharap warga masyarakat dapat berhati-hati dalam berkendara maupun beraktifitas diluar rumah,” ucap Gita.

Menyikapi banyaknya Hotspot yang muncul belakangan ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Hadi Fanandio pada media ini melalui sambungan seluler, Sabtu (24/8) menyebutkan, Hotspot tersebut hanya terdapat di beberapa areal kawasan.

“Kebanyakan Hotspot yang tepantau satelit tersebut masih dalam satu kawasan. Jadi tidak tersebar. Seperti di Teluk Meranti, dalam satu areal yang terbakar, disekelilingnya banyak bermunculan hotspot. Begitu juga Kerumutan dan Desa Merbau, Kecamatan Bunut,” kata Hadi Fanandio yang baru saja pulang dari lokasi Karhutla di Ukui.

Kata Ia lagi, yang agak luas sebaran hotspotnya hanya terdapat di Kawasan TNTN. “Untuk TNTN Memang agak banyak sebaran hotspot. Terutama di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Bagan Limau. Untuk Desa sekitarnya masih belum di floting,” Kata Hadi mengakhiri.(ton)

Comments

News Feed