oleh

51 Koperasi di Rohil Secara Bertahap akan Dibubarkan

BAGANSIAPIAPI (HR)-Sebanyak 51 koperasi di Rokan Hilir tak aktif dan akan dilakukan pembubaran secara bertahap. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rohil Wazirwan Yunus, Jumat (23/8) di Bagansiapiapi.

“Jadi koperasi yang tak aktif akan dibubarkan, akan diusulkan pembubarannya dan target kita tahun ini sekitar 20 koperasi,” kata Wazirwan Yunus.
Menurutnya, dari 51 koperasi tersebut tidak serta merta semuanya bisa langsung dibubarkan karena sebagiannya ada yang masih memiliki hutang pada pihak perbankan.

Sehingga, karena alasan masih berhutang pada negara maka tidak bisa dibubarkan namun diharuskan menyelesaikan utangnya terlebih dahulu kecuali ada penghapusan utang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Koperasi dikategorikan tak aktif menurut Wazirwan karena keberadaan yang sudah tak jelas, kemudian tak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Jika tiga kali berturut tak melaksanakan RAT maka sudah dikategorikan tak aktif.

“Pelaksanaan RAT itu merupakan sebuah kewajiban sebagai wahana pertanggungjawaban pengurus setiap tahunnya,” kata Wazirwan.

Saat ini terdapat total 309 koperasi se-Rohil dengan sebaran terbanyak di Kecamatan Bagan Sinembah dan di Kecamatan Bangko.

Dari jumlah itu 51 yang tak aktif dan sebanyak 258 dinilai aktif dan dari jumlah yang aktif untuk koperasi yang dinilai baik sekitar 112 koperasi. Penilaian aktif tidak terlepas dari rutinnya pelaksanaan RAT oleh koperasi setiap tahunnya dan disampaikan ke dinas.

Ia menambahkan, saat ini keberadaan koperasi dibagi dalam lima sub bidang saja tidak seperti sebelumnya, bidang dimaksud yakni produsen, distributor, koperasi konsumen, koperasi jasa dan simpan pinjam.

Dengan pembatasan yang sudah ditentukan oleh pemerintah itu maka diharapkan setiap koperasi dapat lebih maksimal mengembangkan diri karena sudah lebih fokus untuk pengembangan bidang sesuai ditetapkan.(hrc/mel)

Comments

Berita Terbaru