oleh

Gelper dan SCH Dipaksa Tutup

PEKANBARU (HR)- Razia penertiban yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Jumat (23/8) kemarin, menyasar sejumlah tempat hiburan yang ada di Pekanbaru. Tiga Gelanggang Permainan yang berada di Jalan Riau, berikut Surya Citra Hotel di Jalan Siak II, dipaksa tutup karena melebihi jam operasional sesuai Peraturan Daerah.

Pantauan Haluan Riau, saat razia tiga pengelola Gelanggang Permainan (Gelper) terkesan mengelabui petugas yang mendatangi usaha mereka sekira pukul 23.00 WIB. Pasalnya, meski di dalam arena permainan masih terlihat sejumlah orang sedang bermain, namun beberapa karyawan terlihat sibuk mengerjakan tugas, menunjukkan usaha itu sudah berangsur tutup. Ada yang menyapu tiket berserakan di lantai, adapula yang mengepelnya.

Tanpa menghiraukan apa yang diperbuat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru, Agus Pramono langsung memerintahkan personel, untuk menutup usaha itu karena sudah melebihi jam operasional. Gelper-gelper yang didatangi pada malam itu terdiri dari Pokemon, Binggo dan Superstar. “Tutup, sudah melebihi jam operasional,” perintah Kasatpol di tiga Gelper pada malam itu.

Usai menutup paksa tiga Gelper, razia berlanjut ke Surya Citra Hotel (SCH) di Jalan Siak II, tak ada aktivitas terlihat di sana, suasanapun terlihat gelap. Petugas hanya menemui seorang perwakilan pemilik atau pengelola yang diketahui berprofesi sebagai pengacara di depan pintu masuk usaha tersebut. Beranjak ke dalam ruangan, tak ditemui seorangpun pengunjung pada malam itu.

Setelah berbincang dengan pengacara usaha tersebut, razia dilanjutkan menuju Jalan SM Amin, dengan sasaran sejumlah Warung remang-remang di sekitar jalan tersebut. Beberapa orang terjaring sedang menikmati minuman beralkohol diiringi musik orgen tunggal, adajuga yang berusaha lari ke semak- semak menghindari petugas. Semua yang tak memiliki identitas dipaksa naik ke dalam truk operasional Satpol.

Tak berhenti di situ, razia berkanjut ke kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Simpang Baru, Kecamatan Tampan. Tak ada kejadian aneh ditemukan, dan lokasi terlihat gelap. Namun ada pemandangan aneh, saat razia dilanjutkan ke Perumahan Jondul di Jalan Bambu Kuning. Meski kendaraan terparkir di depan perumahan, ditambah dengan sisa makanan yang masih baru, namun tak satupun pemilik berada di tempat. Setelah digeledah, ternyata pemilik rumah bersama tamu sudah berhamburan duluan sebelum petugas menghampiri tempat mereka.

Tak mau kehilangan buruan, petugaspun menyisir lokasi, alhasil ditemukan beberapa orang wanita yang diketahui berprofesi sebagai terapis pijit, semua yang tak beridentitas dibawa menggunakan truk operasional Satpol PP. Razia berlanjut ke tempat hiburan malam Grand Dragon di Jalan Kuantan Raya. Di sanalah terjadi cekcok antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Agus Pramono, dengan Kombes Iwan Eka Putra yang baru menjabat sebagai Kepala Bidang Penindakan di Badan Nasional Narkotika Provinsi Riau.

Kericuhan bermula saat Iwan Eka Putra, baru turun dari lift menuju lantai dasar, setelah pintu lift terbuka, dia langsung menanyakan, razia yang digelar dari kesatuan mana. Pertanyaan itu langsung dijawab Kasatpol, Agus Pramono, menjelaskan dirinya bersama puluhan personel berasal dari Satpol PP. Tak puas dengan jawaban yang diberikan, Iwan kembali menanyakan, mengapa ditertibkan. Kemudian dia menayakan lagi, siapa Agus Pramono, dihadapan sejumlah personel Satpol dan manajemen Grand Dragon, pada malam itu. “Dari mana, mengapa ditertibkan dan kau siapa?,” tanya Iwan kepada Agus Pramono.

Karena menerima pertanyaan bertubi-tubi, Agus Pramono balik menanyakan siapa dirinya. Bukan malah memberikan jawaban yang baik, Iwan justru, melontarkan jawaban yang terkesan menyepelekan dirinya. “Ngapain kau tanya-tanya saya,” jawab Iwan.

Mendapat jawaban itu, Agus Pramono langsung mengatakan, pertanyaan yang disampaikan, karena Iwan telah menghalangi penertiban yang sedang berlangsung. Lantas Agus, memerintahkan personel agar membawa Iwan ke Mako Satpol. Di situlah Iwan, mengamuk dan berkoar-koar, bahkan mengancam akan menembak Kasatpol PP. “Kutembak jugalah,” kata Iwan.

Bukan hanya mengancam akan menembak, Iwan juga mengata-ngatai Agus Pramono dengan ucapan tak pantas saat dilerai beberapa petugas menghindari pertengkaran semakin besar. “Ba** kalian, an****,” kata Iwan, sambil berlalu digandeng beberapa petugas keamanan menuju Hotel New Hollywood.

Setelah memeriksa semua dokumen perizinan yang dimiliki Grand Dragon, razia berlanjut ke tempat hiburan malam New Paragon, di Jalan Sultan Syarif Kasim. Usai pemeriksaan, penertibanpun berakhir dan kembali ke Mako Satpol, untuk mendata 14 orang perempuan bersama dua orang pria yang turut diamankan dari beberapa lokasi razia.(her)

Comments

Berita Terbaru