oleh

Ribuan Masyarakat Pulau Gadang Meriahkan Pawai Mangonang Kampuong Lamo

XIII KOTO KAMPAR (HR) – Ribuan masyarakat Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar tumpah ruah dijalan desa, dengan memakai pakaian tempoe doeloe, lengkap dengan aksesoris penunjang seperti koper jadul hingga peralatan sehari-hari.

Ramainya disepanjang Jalan Kampung penghasil Ikan Patin ini bukan tanpa sebab, mereka tengah memperingati dan merayakan perpindahan desa mereka, Sabtu (24/8).

Agustus 2019 ini, sudah 27 tahun mereka meninggalkan kampung mereka yang kini telah berubah menjadi danau karena pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang.

“Inilah bakti kami untuk pertiwi,” ungkap salahsatu bait puisi warga dalam penampilannya diacara “Festival Mangonang Kampuong Lamo” ini.

Acara yang dibuka sejak Jumat (23/8) malam juga diramaikan dengan penampilan kesenian dari 21 Kecamatan se Kabupaten Kampar, kemeriahan yang berlangsung hingga larut malam kemudian dilanjutkan Sabtu pagi dengan agenda pawai yang dimulai dari lapangan desa Tugu Kusuma Bantolo.

Kekompakan warga terlihat dengan ramainya peserta pawai yang diprediksi mencapai ribuan orang, dengan berbagai pakaian yang disesuaikan dengan peran masing-masing.

Ada yang berpakaian seperti petani lengkap dengan Katindang, Kampie hingga nelayan lengkap dengan perelatan mencari ikan mulai dari pukat, jala, hingga tombak. Ada juga yang nyentrik dengan gaya anak muda tempoe doeloe, ada juga yang kalem memakai pakaian pengantin zaman manusia belum mengenal selfie.

Usai pawai, warga, niniok mamak, perangkat desa berbaris rapi mengikuti upacara perpindahan desa yang dipimpin Camat XIII Koto Kampar, Ahmad Fajri SSTP.

Usai upacara, rangkaian Mangonang Kampuong Lamo ini dilanjutkan dengan penampilan spesial dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak TK hingga SMA, serta penampilan warga dusun yang menampilan kehidupan warga Pulau Gadang tempoe doeloe, yang sukses mengundang senyum gelak tawa, sedih hingga air mata sejumlah warga.

“Saya sempat menangis saat penampilan kehidupan kaum ibu tempoe doeloe yang berprofesi sebagai pemecah batu, mereka saling berebut batu untuk dipecah, memang begitu kenyataannya waktu dulu,” ungkap Akhir Yani, Ketua PWI Kampar yang merupakan warga asli Pulau Gadang usai cara.

Tak hanya kehidupan kaum ibu tempoe doeloe, penampilan tentang prosesi meminang, menanam padi kasang dengan cara batobo, mencari ikan hingga kehidupan anak-anak di “Kampuong lamo” diperankan penuh penghayatan oleh para pelakon yang merupakan warga tempatan.

Begitulah Warga Pulau Gadang memaknai “masa lalu” yang penuh kenangan suka dan duka, perjuangan dan doa, penuh semangat dan optimis bahwa mereka hijrah tak hanya sekedar hijrah, pindah tak berarti hanya berganti tempat tapi mereka pindah membawa kenangan, adat istiadat yang mereka miliki sehingga tak lapuk karena hujan tak lekang oleh panas.

“Filosofinya dari rangkaian acara ini yang menampilkan tradisi, adat istiadat karena kami pindah ke desa baru ini, bukanlah pindah sembarang pindah saja, tapi kami pindah lengkap dengan adat istiadat, lengkap dengan agama, dan iman yang kami miliki,” ucap Syofian SH, MH Dt. Majosati Tokoh masyarakat yang juga Ketua BPD Pulau Gadang.

Oleh karena itu, lanjut Syofian, pada festival ini Pemerintahan Desa ingin merepresentasikan dalam bentuk klosal drama festival, “seperti kawan – kawan lihat tadi, bahwa itulah kehidupan masyarakat Desa Pulau Gadang dari dahulunya. Mulai perekonomiannya, sosial adat budayanya, yang sampai sekarang tak lapuk oleh hujan, dan lekang oleh panas,” ujar Syofian.

Hal senada juga dikatakan Pucuk Adat Kenagarian Pulau Godang H Sawir, SP, MSi. Ia mengatakan, hari ini adalah momen yang luar biasa karena mengingatkan kembali kehidupan di masa lampau dan semangat untuk bersatu di masa mendatang.

Sementara itu, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri berharap tahun depan acara ini bisa dikemas lebih baik lagi dan nantinya bisa menjadi Iven untuk mendatangkan wisatawan yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita dari Pemerintah Daerah akan berupaya untuk menjadikan ivent ini menjadi ivent tahunan daerah,” pungkas Camat.(ari)

Comments

Berita Terbaru