oleh

Warga Pertanyakan Kinerja Pemerintah

 

PEKANBARU (HR)- Kinerja Pemerintah dipertanyakan dikarenakan kualitas udara di Riau semakin tidak sehat. Kondisi ini karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti. Bahkan, Minggu (25/8) kemarin, asap begitu pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, dari pagi hari hingga sore hari.

Dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) Pekanbaru, Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru, menunjukkan tidak sehat.

Untuk data terlihat dari konsentrasi PM10 pada udara sudah menunjukkan kondisi udara di Pekanbaru tidak sehat. “Pada pukul 13.00 WIB konsentrasi partikulat (PM10) di Pekanbaru berada di angka 182.69 ugram/m3 yang berarti udara di Pekanbaru saat ini tidak sehat,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Mis Vadilla.

Selain kualitas udara yang tidak sehat, jarak pandang pada minggu kemarin juga terbatas, jika dibandingkan hari sebelumnya. “Untuk Pekanbaru jarak pandang 3 kilometer,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Pekanbaru, Egen saat ditemui mengakui dirinya dalam beberapa hari ini mengalami batuk. Begitu juga dengan kondisi tubuhnya yang sedikit terganggu dengan asap yang semakin tebal menyelimuti Pekanbaru. Ia pun terpaksa harus menggunakan masker saat diluar rumah dan berangkat kerja. “Hari ini (kemarin red) saja, kepala saya pusing, mata pun perih, batuk pun belum hilang dalam tiga hari ini. Coba saja lihat jembatan Siak Empat tu, tidak jelas ditutupi asap,” kata Egen, Minggu kemarin.

“Ke mana pemerintah ini, katanya Karhutla berkurang, tapi mengapa sudah dua minggu ini asap semakin tebal. Cobalah pimpinan di Riau ini, serius dalam menyelesaikan asap ini. Mengapa dua tahun lalu teratasi dan asap tidak ada, apa tidak bisa seperti tahun sebelumnya kita bebas asap,” tambah egen, sambil bertanya kepada pemerintah.

Egen menceritakan, ia hanya mewakili suara masyarakat yang ada di sekitarnya. Di mana warga selalu mengeluhkan kondisi asap yang semakin parah. Walaupun mereka meyakini ada upaya dari satgas Karhutla menangani kebakran di daerah lain. Tapi mana pimpinan di Riau ini, termasuk anggota Dewan yang hanya diam tanpa ada ikut membantu. “Mengapa ada perbedaan, ini saja yang membuat kami bertanya-tanya. Mengapa dua tahun belakangan ini bebas asap, ke mana pimpinan di Riau ini, termasuk Dewan,” kata egen.

Sementara itu, dari data BMKG Pekanbaru, hotspot Riau terpantau sebanyak 17 titik. Diantaranya, Pelalawan 9, Inhil 7, dan Inhu 1 titik. Riau Level Confidence diatas 70 persen di Pelalawan 5 titik dan Inhil 5 titik.

Meningkat Hingga 20.210 Orang
Setiap hari penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus bertambah. Dari laporan yang diterima Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kunjungan ISPA mencapai 20.210 orang.
Kabid Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Yohanes, menjelaskan, data didapat dari laporan puskesmas, maupun rumah sakit yang tersebar di seluruh Kabupaten Kota. Terbanyak penderita ISPA warga Pekanbaru, mencapai 5.061 orang.
“Pekanbaru mendapat kiriman asap dari daerah lain, dan penderitanya sudah mencapai ribuan. Biasanya daerah lain, dan saat ini di Pekanbaru semakin banyak kunjungan ISPA mencapai 5.061 orang,” ujar Yohanes, Jumat (23/8).
Setelah Pekanbaru, Kabupaten Siak, yang biasanya meningkat tinggi saat ini tidak begitu signifikan, kunjungan penderita ISPA 3.568 orang, selanjutnya, Kabupaten Kampar 3.026 orang, Kota Dumai 2.451 orang, Pelalawan 1.583, Kuansing 63, Rohil 482, Rohul 1.753, Inhu 319 Inhil 1.284, Meranti 319, Bengkalis 301.
“Kami tetap menghimbau kepada masyarakat jika keluar rumah atau bekerja di luar ruangan, bisa menggunakan masker, agar bisa mengurangi dampak dari asap ini,” katanya. (nur)

Comments

Berita Terbaru