oleh

BC Pekanbaru Diminta Tekan Peredaran Produk Ilegal

PEKANBARU (HR)- Letak Pekanbaru yang sangat strategis dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura menjadi peluang masuknya para wisatawan mancanegara. Namun di sisi lainnya menjadi peluang pula masuknya produk-produk ilegal yang perlu diantisipasi dan diawasi bahkan terus ditekan oleh pihak Bea dan Cukai Pekanbaru.

Hal ini mengingat banyaknya temuan produk-produk ilegal seperti rokok, obat-obatan maupun produk ilegal lainnya baik hasil temuan Bea Cukai maupun pihak terkait lain yang kini menjadi persoalan hangat di tengah masyarakat dan perlu disikapi serius oleh berbagai pihak.

“Jangan ragu kalau bertindak, kalau memang ada kendala mungkin bisa berkoordinasi dengan Reskrimsus setempat. Jangan sampai nanti dinilai ada kucing-kucingan,” ujar Azwendi Anggota DPRD Pekanbaru saat berbincang bersama wartawan, Senin (26/8).

Politisi Demokrat ini juga berharap, barang-barang yang berhasil disita dan saat ini berada di gudang Bea dan Cukai untuk segera dimusnahkan jika memang sudah ada keputusan hukum tetap. Bahkan Azwendi menyarankan agar dipublikasi agar lebih transparan antara barang temuan dan yang dilakukan pemusnahan. “Musnahkan saja kalau memang sudah ada keputusan hukum tetap. Namun bagi yang belum, telusuri dan ungkap pemiliknya,” tegasnya.

Azwendi juga tak menampik bahwa banyak kabar yang beredar terkait masuknya peredaran barang ilegal ke Pekanbaru. Namun ia tak mau gegabah menilai apakah itu sebuah kegagalan dari satu instansi. “Kalau kita pikir ini sepatutnya memang butuh kerjasama antara beberapa pihak, tak terkecuali kita selaku masyarakat untuk melaporkan kepada pihak terkait,” ucapnya.

Disamping itu dia pun berharap agar ada pembinaan terhadap pelaku usaha, seperti pengusaha rokok. Alasannya, penindakan saja tidak cukup untuk menyadarkan pengusaha ataupun pelaku industri rokok skala kecil.“Sehingga perusahaan rokok yang ilegal dibina supaya menjadi legal, membayar cukai dan pajaknya secara benar. Yang legal dijaga supaya makin patuh, yang ilegal ditertibkan dan dibina,” pungkasnya.(hrc)

Comments

Berita Terbaru