oleh

Dua Aksi Demo Warnai Pelantikan DPRD Pelalawan

PANGKALAN KERINCI (HR)- Pelantikan 35 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan masa jabatan 2019 – 2024 diwarnai aksi demo oleh dua kelompok mahasiswa.

Pantauan Haluanriau.co, Selasa (27/8) demo dilakukan oleh 7 (tujuh) Paguyuban Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan (Hippmawan) dan Aliansi Mahasiswa Pelalawan (AMP).

Aksi demo yang dilakukan Hippmawan berada di depan gerbang utama pintu masuk gedung daerah. Sedangkan AMP berada di pintu samping gedung.

Aksi unjuk rasa ini sempat ricuh. Pintu gerbang terus digoyang dan akhirnya roboh.

Hippmawan mengeluarkan 5 (lima) tuntutan kepada para anggota DPRD terpilih, yakni :
1. Mendesak Pemkab Pelalawan memperhatikan dan melakukan tindakan terhadap murahnya harga berbagai komoditi.
2. Mendesak Pemkab Pelalawan agar segera mencabut izin perusahaan yang melakukan pelanggaran hukum.
3. Mendesak Dinas Tenaga Kerja agar menindak tegas perusahaan yang tidak memberdayakan tenaga lokal.
4. Mendesak Pemkab untuk Mengawasi penegakan hukum oleh Polres Pelalawan terhadap pelaku atau korporasi menyebabkan Karhutla.
5. Mendesak Pemkab Pelalawan agar melaksanakan tranparansi APBD guna menghindari penyalah gunaan anggaran.

“Apabila tuntutan ini tidak ditanggapi dengan serius, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” ujar Koorlap Aksi Juliardi Tresno.

Sedangkan AMP mengeluarkan Delapan Tuntutan Mahasiswa (Dentum) Pelalawan yakni :
1. Menekankan pembangunan infrastruktur yang merata.
2. Menjaga stabilitas harga barang tani.
3. Membangun kembali penguatan reformasi sistem keamanan untuk menangkal kriminilitas.
4. Awasi tenaga kerja asing demi terbukanya lapangan kerja bagi tenaga lokal.
5. Meminta agar dilakukan pencegahan karhutla dan diberi tindakan tegas terhadap pelaku.
6. Menegakan suoremasi hukum dan HAM untuk menjaga NKRI.
7. Memperkuat pemerataan pendidikan demi menghasilkan kualitas SDM.
8. Mendorong terciptanya over goverment demi keterbukaan informasi publik di setiap OPD dan Instansi Politik.

Dalam orasinya Kordinator Umum (Jordin) Aksi Ahmad syukur meminta agar Anggota DPRD terpilih dapat lebih proaktif melihat dilema yang banyak terjadi di Kabupaten Pelakawan.

“Bila ini tidak ditanggapi, kita akan turun kembali dengan massa yang lebih banyak,” ujar Ahmad Syukur sambil kembali berorasi. (ton)

Comments

Berita Terbaru