oleh

Kebijakan Liburkan Sekolah Belum Dilakukan

PEKANBARU (HR)- Hingga saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru belum mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa sekolah meski kabut asap masih terus menyelimuti.

Walikota Pekanbaru, Firdaus, MT, mengatakan, untuk mengambil kebijakan meliburkan sekolah bisa dilakukan setelah mengamati selama tiga hari berturut-turut kualitas udara di Pekanbaru masuk kategori berbahaya dan tidak berubah. “Angka ISPU berbahaya itu kan di atas 300, sedangkan pagi hari ini ISPU yang terpantau alat kita masih di bawah 100, tepatnya 65. Jadi belum libur,” kata Wako, usai rapat menyikapi perkembangan cuaca dan ISPU di Kota Pekanbaru, Senin (26/8).

Dengan angka Indeks Standar Pencemar Udara, yang masih dibawah 100, tepatnya 65, Wako, menyebut, kualitas udara di Pekanbaru masuk kategori baik. Namun, jika selama tiga hari diamati kualitas udara masuk kategori berbahaya, meliburkan siswa sekolah itu wajib. “Kalau dalam pengamatan selama tiga hari berturut-turut tidak berubah maka kebijakan untuk meliburkan sekolah wajib dilakukan,” kata Wako.

Ditanyakan, terkait banyaknya oenderita ISPA saat ini, Wako, menjelaskan, untuk penyakit tersebut bukan hanya terjadi saat musim kemarau saja. Selama 12 bulan dalam setahun tetap ada ISPA. “ISPA terjadi bukan hanya pada musim kemarau saja. Ini juga jadi konsekuensi bagi Pekanbaru yang berada di wilayah tropis,” jelas Firdaus.

Dia menjelaskan, asap yang datang bukan diproduksi dari Kota Pekanbaru, melainkan dari tiga provinsi yakni, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. “Belum ada kebijakan untuk meliburkan sekolah. Namun demikian, kami menyarankan, dengan kondisi seperti ini, kalau tidak begitu penting, kurangi aktifitas di luar sekolah. Kalau memang perlu, gunakan masker standar,” imbuh Wako.(her)

Comments

Berita Terbaru