oleh

Polda Usut Dugaan TPPU Kejahatan Perbankan di BJB Pekanbaru

PEKANBARU (HR)-Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Kota Pekanbaru kembali dilanda kabar tidak sedap. Setelah sebelum disinyalir terjadi pengalihan agunan kredit milik nasabah, kali ini diduga terjadi kejahatan perbankan berupa tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Untuk perkara yang disebut terakhir itu, kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Dimana saat ini, Korps Bhayangkara itu tengah melakukan proses penyelidikan.

Dari informasi yang dihimpun, dugaan TPPU tersebut dilakukan oleh oknum pegawai bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan Banten itu, dengan cara berulang kali melakukan pencairan cek milik seorang nasabah, dan melakukan proses pemindahbukuan rekening nasabah tersebut. Perbuatan itu terjadi pada tahun 2014 hingga 2107.

Saat ini, pegawai dimaksud diketahui tidak lagi bekerja di bank tersebut. “Dia pernah kerja di BJB dan sudah resign (berhenti bekerja, red) jauh hari sebelum adanya laporan (ke Polda Riau),” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi, saat dikonfirmasi Haluan Riau, Selasa (27/8) sore.

Untuk memastikan hal tersebut, Penyelidik Ditreskrimsus Polda Riau telah memanggil sejumlah pihak untuk diklarifikasi. Seperti yang dilakukan pada Selasa ini.

Ada dua orang yang dipanggil. Mereka masing-masing berinisial SBH yang merupakan mantan Manager Operational Bank BJB Pekanbaru, dan TDC, Customer Service di bank tersebut. Dari dua orang itu, hanya TDC yang memenuhi panggilan penyelidik.

“Ini masih berjalan (pemeriksaan terhadap TDC),” singkat mantan Wadir Resnarkoba Polda Riau itu.

Sebelumnya, pengusutan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, terkait dugaan pengalihan agunan milik nasabah. Sama dengan di atas, penyimpangan itu diduga dilakukan oleh mantan pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain.

Dalam penanganannya, Kejari Pekanbaru telah melakukan proses klarifikasi terhadap sejumlah pihak. Di antaranya, Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta.

Lalu, Dani Sutarman yang merupakan Pimcab BJB Pekanbaru tahun 2014 lalu, dan seorang pihak swasta yang merupakan debitur BJB Pekanbaru, Fahri.

Tidak hanya itu, Indra Osmer Gunawan Hutahuruk selaku pejabat Analisis Kredit di BJB Pekanbaru juga telah menjalani proses yang sama. Untuk nama yang disebutkan terakhir itu diketahui telah beberapa kali menjalani proses pemeriksaan.(dod)

Comments

Berita Terbaru