oleh

BI Riau Hadirkan Andy F Noya dan Pengusaha Sukses

PEKANBARU (HR) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Riau menggelar Temu Responden 2019 dengan menghadirkan pembawa acara talk show terkenal Andy F Noya. Dalam gelaran bertajuk Temu Responden Bank Indonesia 2019 “Talk Show Inspiratif” juga turut menghadirkan dua pengusaha sukses, yang akan berbagi pengalamannya kepada seluruh responden di Pekanbaru.

Kepala Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kantor Perwakilan Riau, Teguh Setiadi mengatakan bahwa acara bertujuan untuk memberikan pengalaman entrepreneurship dari tokoh-tokoh yang sangat menginspirasi.

“Kita mendengarkan kisah dari pengusaha Riau yang berhasil mendapatkan penghargaan nasional, yang sengaja dihadirkan untuk memotivasi pelaku usaha di Riau,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan data yang akurat dan up to date, Bank Indonesia Kantor berkoordinasi oleh semua pihak. Dengan data tersebut akan diolah untuk menghasilkan rekomendasi rokemendasi untuk pemerintah provinsi Riau agar menjadi dasar dalam menentukan kebijakan kebijakan yang dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ada beberapa survey yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Riau. Termasuk pada harga bahan pokok , bidang usaha agar dunia usaha kecil dan menengah dapat meningkatkan usaha di UMKM Riau,” paparnya.

Sementara dalam dialog yang dipandu langsung oleh Andy langsung memberikan pertanyaan kepada Mona sebagai owner online snack dan Mardhika Wirahadi sebagai CO Founder Rotterdam Backery serta Khairul Umam selaku Direktur Lembaga Nashir Wakaf Ibadurrahman.

“Di sini ada cerita mengenai dua orang pengusaha yang luar biasa. Luar biasa disini kita tidak liat dari sizenya serta besarnya perusahaan omsetnya tetapi bagaimana mereka merintis usahanya sehingga usahannya bisa berkembang,” ujar Andy F. Noya.

Dilanjutkan Andy bahwasanya tidak serta merta sukses itu langsung digapai. Tentu ada proses yang dialami dan jatuh bangun dalam proses tersebut.

“Jadi banyak sekali orang yang berharap bila sekali bisnis langsung sukses. Padahal ada proses jatuh bangunnya,” katanya.(nie)

Comments

Berita Terbaru