oleh

Masyarakat Bisa Beri Wakaf Produktif Melalui Uang Tunai

PEKANBARU -Gubernur Riau, membuka edukasi pengelolaan wakaf produktif dan sertifikasi nazhir wakaf uang di Aula BI Provinsi, Selasa (27/8). Kegiatan ini dijalankan mengingat ekonomi syariah semakin di bumi kan di Provinsi Riau. Salah satunya dengan memaksimalkan pengelolaan dan pengembangan wakaf. Di mana, saat ini wakaf juga sudah bisa dilakukan melalui uang tunai.

Gubri Syamsuar mengatakan, bahwa pada dasarnya wakaf bisa disalurkan pada hal-hal yang sifatnya produktif selama ketentuan wakafnya terpenuhi. dengan adanya kegiatan edukasi pengelolaan wakaf produktif, ketertarikan masyarakat untuk memberikan wakaf tunai bisa meningkat. Apa lagi kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kementerian Agama, Badan Wakaf, MUI, Pemda, dan pakar-pakar wakaf yang paham dibidangnya.

“Masyarakat masih ada yang tidak tahu kalau ada wakaf tunai ataupun wakaf produktif. Misal, uang wakaf dari kita itu bisa kita buat untuk membangun pusat pendidikan, rumah sakit dan hotel syariah. Jadi tidak hanya berbentuk tanah,” ujar Gubri.

“Ini salah satu gerakan ekonomi syariah yang sedang bisa dikembangkan di Riau dan kami harapkan tentunya dapat dukungan dari masyarakat Riau,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus mengatakan, bahwa sejauh ini pemahaman tentang wakaf di masyarakat umum khususnya di kalangan orang tua masih kurang. Di mana, mereka hanya mengetahui bahwa wakaf itu hanya berbentuk sebidang tanah untuk digunakan sebagai kuburan dan masjid.

Begitu pula halnya, dengan mensosialisasikan wakaf tunai dan produktif ini bisa memaksimalkan potensi masyarakat setempat serta membantu pembangunan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Tujuannya agar terbentuk ekosistem wakaf hingga ke daerah, dimana saat masyarakat wakaf itu amanah dan sampai ke tujuannya,”ungkapnya.

Dijelaskannya, agar wakaf produktif dapat dikelola dengan profesional dan amanah, maka pihaknya perlu membentuk ekosistem wakaf dan sertifikasi nazhir wakaf uang.

“Kalau hanya tanah, tentu orang berfikir yang bisa memberikan wakaf ini hanya orang yang mampu, padahal tidak. Sekarang ini ada konsep wakaf baru yang sudah diajarkan sejak dulu oleh khalifah Usman Bin Affan melalui sumur wakaf. Yang manfaatnya jauh lebih banyak, yaitu melalui wakaf produktif. Kita perlu membentuk ekosistem wakaf bukan hanya di Pekanbaru tapi di seluruh kabupaten dan kota,”lanjutnya.

Ditambahkannya, dulu wakaf itu di masyarakat umum terutama yang tua tau nya hanya bentuk tanah dan bangunan dan kini konsep nya bisa dalam bentuk uang, tenaga dan lainnya.

Sekarang ini ada konsep wakaf baru yang sudah diajarkan sejak dulu oleh khalifah Usman Bin Affan melalui sumur wakaf. Yang manfaatnya jauh lebih banyak, yaitu melalui wakaf produktif.

“Dalam rangka menyoskalisasikan itu kami mendiskusikan ini di kalangan level pengambil kebijakan. Agar diketahui wagifnya siapa, calon penerimanya dan nazirmya juga siapa,” pungkasnya. ***

Comments

Berita Terbaru