oleh

Penindakan THM di Pekanbaru Tidak Boleh Tebang Pilih

Keberadaan tempat hiburan malam (THM) di Kota Pekanbaru kembali mendapat sorotan. Diduga ada pelanggaran terhadap peraturan daerah (perda) yang dilakukan THM, terutama terkait perizinan dan jam operasional.

Salah satu pihak yang menyorot itu adalah massa dari Aliansi Keluarga Besar Pemuda Pancasila (AKB-PP) saat melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Riau dan Kantor Wali Kota Pekanbaru, Selasa (20/8) lalu.

Saat itu, massa hanya menyoroti keberadaan THM Grand Dragon dan New Paragon.

Dalam aksinya, massa menuding ada dua THM tersebut dijadikan sebagai tempat peredaran dan penyalagunaan narkoba serta tempat prostitusi. Selain itu, dalam pengoperasiannya telah mengangkangi Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 3 Tahun 2002 tentang jam operasional tempat hiburan.

Atas hal itu, pada Kamis malam pekan lalu Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Pekanbaru melakukan kegiatan rutin dengan mendatangi kedua tempat tersebut. Saat itu, Satpol PP melakukan pemeriksaan terhadap izin dan memantau jam operasional.

Saat itu ada kejadian menarik, yaitu adu mulut antara Kepala Bidang (Kabid) Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kombes Pol Iwan Eka Putra dengan Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono. Diduga ada miskomunikasi di antara keduanya, sehingga menjadi ramai di tengah-tengah masyarakat.

Kembali ke keberadaan THM di Pekanbaru, khususnya yang memiliki fasilitas room karaoke dan pub. Bukan rahasia umum, jika semua THM itu identik dengan narkotika dan praktik prostitusi.

Namun sejauh ini, belum ada pihak yang bisa membuktikan ada keterlibatan THM tersebut akan penyimpangan tersebut. Itu dibuktikan dengan masih saja beroperasi THM di Kota Bertuah Pekanbaru.

Sementara terkait jam operasional, semua THM di Pekanbaru dipastikan melakukan pelanggaran. Pukul 22.00 WIB sebagai batas yang diatur perda, dilanggar semua THM. Bahkan mereka beroperasi hingga pukul 05.00 WIB, bahkan ada yang sampai pukul 06.00 WIB.

Kalau ingin adil, publik harus menyoroti itu secara general. Begitu juga dengan sikap yang ditempuh oleh aparatur penegak hukum dan penegak perda.

Meski kemudian, Kepala Satpol PP Pekanbaru, Agus Pramono menegaskan, pihaknya bakal merazia semua THM untuk memastikan kelengkapan perizinan yang harus dimiliki sesuai aturan yang berlaku.

“Semua mau kita tertibkan. Bukan cuma dua itu saja Dragon dan New Paragon,” tegas Agus Pramono.

Penegasan Agus Pramono tersebut juga berlaku untuk jam operasional yang harus tutup pada pukul 22.00 WIB.

Dia pun mengatakan, sejauh ini Perda Nomor 3 tahun 2002 itu belum direvisi. “Kalau untuk revisi perda bukan di OPD saya,” sebut Agus.

Ditunggu saja gebrakan Satpol PP Pekanbaru itu dalam upaya penegakan perda. Penindakan tidak boleh hanya berlaku untuk satu dua tempat saja, melainkan semua THM yang melanggar, harus ditindak.(dod)

Comments

News Feed