oleh

Polisi di Pekanbaru Sita 18 Kg Sabu

PEKANBARU (HR)- Pihak Kepolisian menggagalkan peredaran 18 kilogram sabu-sabu di Kota Pekanbaru. Barang haram ini diketahui berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, tujuan Surabaya, Jawa Timur.

Pengungkapan itu bermula dari ditemukannya satu unit mobil yang terparkir di halaman masjid Kecamatan Tenayan Raya. Ternyata mobil itu sebelumnya digunakan oleh dua tersangka, Hendri alias Black dan Perdamean Nadapdap, membawa 32 kilogram sabu dari Tanjung Pinang memakai mobil. Tak hanya via darat, mobil ini juga naik kapal untuk melintasi perairan.

Saat itu, keduanya lolos dari petugas pelabuhan ataupun setiap kantor polisi yang dilalui karena merombak bagian belakang mobil. Sabu itu dibungkus alumunium dan ditabur kopi di sekelilingnya. “Anjing pelacak saja sulit mengendus karena bau sabu tersamarkan oleh kopi,” ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto didampingi Kapolsek Tenayan Raya Kompol Hanafi, Selasa (27/8).

Tiba di Pekanbaru pada 16 Agustus 2019, pelaku dengan jaringannya yang masih diburu membongkar bagian belakang mobil. Satu persatu sabu tadi dikeluarkan dan dibawa ke sebuah rumah yang baru dikontrak tersangka. Dari total 32 kilogram sabu yang dibawa, 14 kilogram di antaranya dinyatakan lolos. Hingga kini kepolisian masih mengusut apakah sabu itu diedarkan di Pekanbaru atau dibawa ke Jakarta dan Surabaya.

“Mobil yang dibongkar tadi lalu ditinggal di parkiran tempat ibadah. Karena sudah beberapa hari tak diambil, warga lalu melapor ke Polsek (Tenayan Raya),” sebut perwira menengah Polri yang akrab disapa Santo itu.

Kepada Santo, tersangka mengaku baru menerima uang Rp10 juta. Uang itu belum termasuk upah jika sabu sampai ke tangan pemesan dan hanya sebagai biaya perjalanan seperti makan, minum dan mengontrak rumah di Pekanbaru. Kedua tersangka juga memperlihatkan bagaimana sabu itu diambil dari belakang mobil. Yaitu dengan membuka paksa bagian kursi belakang dan sabu tersusun rapi di ruangan kosongnya. “Pengakuan keduanya baru pertama kali membawa sabu dari Tanjung Pinang,” sebut Santo.

Hanya saja, Santo tidak begitu percaya setelah melihat catatan transaksi di beberapa rekening tersangka. Uang dalam jumlah ratusan hingga miliaran rupiah hilir mudik di rekening itu, diduga hasil penjualan narkotika. Dari kedua tersangka, juga disita uang Rp280 juta lebih diduga hasil transaksi narkoba. Turut pula disita beberapa buah telepon genggam, kartu anjungan tunai mandiri, buku bank dan plat nomor polisi mobil.

Dari telepon genggam itu, polisi menemukan sejumlah komunikasi dan pesan antara tersangka dengan beberapa orang diduga pengendali jaringan narkoba dan calon pembeli. “Semuanya masih dalam pengembangan meskipun menggunakan sistem terputus,” ucap Santo.

Ditambahkan Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Hanafi, pengungkapan berawal dari temuan mobil Honda Mobilio di parkiran masjid. Mobil itu lalu dibawa ke Polsek lalu dilihat bagian belakangnya sudah terbongkar. Dari sini, Hanafi yakin mobil itu sudah digunakan dalam sebuah tindak pidana. Penyidikan lalu dilakukan Kanit Reskrim Polsek dan mengumpulkan informasi siapa pemilik mobil tadi.

Akhirnya, petugas mencurigai penghuni sebuah kontrakan di kecamatan itu. Tersangka Hendri alias Black ditangkap pada 21 Agustus. Sebanyak 18 kilo sabu disita dari rumah yang baru dikontrak tersangka itu. Pengakuan Black, sabu itu diperoleh dari tersangka Perdamean Nadapdap. Pria dimaksud akhirnya di tangkap dihari sama pukul 20.00 WIB di sebuah rumah di Kecamatan Pekanbaru Kota. “Setelah itu dilakukan penggeledahan di sebuah kamar hotel. Anggota menemukan aluminium untuk membungkus sabu,” sebut Hanafi.

Pengakuan Perdamean, beberapa hari sebelumnya 32 kilogram sabu dari Tanjung Pinang dibagi menjadi dua. Sebanyak 14 kilogram sabu dijemput mobil di sebuah minimarket di Jalan Kuantan Raya. Agar tak menimbukan kecurigaan, barang haram itu diletakkan di tong sampah lalu diambil dan dibawa memakai mobil Toyota Avanza. Penjemput sabu itu masih dilacak keberadaan.”Pengakuan tersangka, itu katanya dibawa ke Surabaya,” tandas Hanafi.(dod)

Comments

Berita Terbaru