oleh

Viral di Medsos, Warga Sorot Pelayanan Puskesmas Simpang Tiga

PEKANBARU (HR)-Masyarakat mengeluhkan pelayanan yang ada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Simpang Tiga, Pekanbaru. Hal itu pun kemudian menjadi pembahasan di media sosial (medsos).

Seperti terlihat dalam Instagram @lokerriau1. Sejumlah warga malah menghujat dengan tulisan yang tidak pantas mengungkapkan kekesalan mereka.

“Memang an**** itu Puskesmas, saya pernah merasain hal yang sama di Pekanbaru tepatnya di Puskesmas Simpang Tiga. Siang itu ada orang tabrakan kemudian saya naikkan ke dalam becak untuk membawanya ke Puskesmas. Korban ada 3 orang dan 1 meninggal di tempat. Kedatangan kami ditolak mentah-mentah oleh Puskesmas itu,” tulis akun Adedibabe, di postingan video @lokerriau menayangkan keluarga pasien terpaksa menggendong almarhum anaknya, karena tak dipinjamkan ambulans di Kota Tangerang.

Komentar Adedibabe, ditimpali akun lain dengan nama Adhitafikyfahara. Dia mengatakan, pelayanan di Puskesmas Simpang Tiga memang sangat kurang baik.

Dikatakannya, dia pernah dirawat di sana karena terkena penyakit tipus. Namun setelah diinfus, tak ada dilayani lagi, bahkan perawat di sana hanya terlihat duduk-duduk saja sambil ngobrol. Bukan hanya itu, dalam memasukkan jarum infus petugas juga dinilai asal-asalan, menyebabkan tangannya membiru.

Lebih menyakitkan lagi, akun lain malah menyindir singkatan Puskesmas diganti menjadi Pusing, Keseleo dan Masuk Angin. Hanya itu yang bisa mereka layani, selain dari itu tak bisa.

Dilihat dari postingan @lokerriau1 itu, masih banyak umpatan lain disampaikan warga terkait pelayanan di Puskesmas Simpang Tiga.

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin mengatakan, pihaknya sudah sering menegaskan kepada pihak Puskesmas agar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Lebih jauh dikatakannya, sejauh ini pelayanan sudah cukup baik. Namun memang ada beberapa Sumber Daya Manusia (SDM) yang perlu dilakukan pembinaan.

“Sebaiknya kalau ada persoalan yang seperti itu sampaikan saja langsung ke saya. Kita panggil Kepala Puskesmasnya. Semua pihak Puskesmas harus memberikan pelayanan ramah dan maksimal kepada masyarakat. Jangan sampai tidak,” tegas Amin, Rabu (28/8).

Persoalan yang disampaikan bisa saja terjadi karena dua hal. Pertama, karena SDM yang kurang baik, kemudian masyarakatnya yang kurang memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) di Puskesmas itu.

“Kita contohkan saja seperti kejadian beberapa lalu di salah satu Puskesmas. Setelah kita teliti dan Kapusnya kita panggil, ternyata berbeda dengan yang disampaikan. Kami tetap terima kritikan dari masyarakat untuk pembenahan ke depan,” imbuh Amin.(her/dod)

Comments

Berita Terbaru