oleh

Bantuan Dinsos P3A yang Bisa Didapat Masyarakat Miskin

PASIRPANGARAIAN (HR)-Dinas Sosial, Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rokan Hulu punya beberapa program bantuan untuk masyarakat miskin yang disalurkan setiap tahun.

?Selain bantuan tanggap darurat kebakaran dan jaminan persalinan (Jampersal), ada juga jenis bantuan untuk para penyandang disabilitas yang tidak mampu, seperti kaki palsu dan tangan palsu,? kursi roda, alat bantu dengar dan lainnya.

?Kepala Dinsos Kabupaten Rokan Hulu Hj Sri Mulyati melalui Sekretaris Dinsos Kabupaten Rokan Hulu April Liyadi mengatakan, setiap untuk mendapatkan bantuan, pemohon harus melengkapi beberapa persyaratan.

Selain kartu keluarga, juga harus ada surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan surat pengantar dari pemerintah desa masing-masing yang diajukan ke Dinsos P3A Rokan Hulu.

Sebelum bantuan disalurkan, petugas Dinsos P3A Rokan Hulu? juga akan melakukan survey langsung ke rumah pemohon bantuan.

“Kita berharap pihak desa mengeluarkan SKTM ini benar-benar sesuai kondisi masyarakatnya, sebab kami juga akan turun langsung nanti,” jelas April, didampingi Staf Dinsos P3A Rokan Hulu Barita Jaya, Rabu (28/8/2019).

April mengungkapkan, untuk bantuan tanggap darurat kebakaran rumah, Dinsos P3A Rokan Hulu telah menerima permohonan dari 23 kepala keluarga (KK), sudah termasuk pengajuan 2018 yang belum diakomodir.

April meminta pengajuan bantuan tanggap darurat diajukan sebelum satu minggu pasca kejadian, sehingga permohonan bisa diproses.

Selain bantuan tanggap darurat kebakaran, setiap tahun Dinsos P3A Rokan Hulu juga sediakan kaki palsu dan tangan palsu untuk penyandang disabilitas. Pengadaan terbatas, hanya tiga atau empat unit per tahun.

Seperti tahun ini, kata April, Dinsos P3A Rokan Hulu bantu kaki palsu dan tangan palsu kepada empat penyandang disabilitas dari empat desa. Yaitu, warga? Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, warga Desa Air Panas, Kecamatan Pendalian IV Koto, warga Surau Tinggi Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir dan warga Desa Kabun, Kecamatan Kabun.

Keempat penerima kaki palsu dan tangan palsu ini, diakui April, telah dibawa ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Fisik Profesor Soeharso Surakarta di Solo, Jawa Tengah selama empat hari, untuk menjalani training dan latihan, termasuk memastikan ukuran kaki atau tangan palsu yang dibuat.

“Antrean ada enam lagi yang bisa diakomodir. Kami hanya bisa akomodir tiga orang per tahun karena mahalnya anggaran,” ujarnya.

Selain itu, setiap tahun Dinsos P3A Rokan Hulu juga anggarkan dana untuk menyediakan 10 unit alat bantu dengar, namun untuk tahun ini belum diajukan untuk pencairan.

“Selain itu, ada juga bantuan kursi roda 20 unit per tahun, dan Jampersal untuk masyarakat tidak mampu yang akan melahirkan anak,” ungkapnya.

Untuk bantuan Jampersal, tambah April, persyaratan yang harus dilengkapi yaitu kartu keluarga, pengantar dari Bidan, dan SKTM dari desa masing-masing.

“Jadi untuk Jampersal ini dinas kita hanya mengeluarkan rekom ke Dinas Kesehatan,” pungkas Sekretaris Dinsos P3A Kabupaten Rokan Hulu, April Liyadi.(adv)

Comments

Berita Terbaru