oleh

M Nasir 7 Tahun, HS 7,5 Tahun Penjara

 

PEKANBARU (HR)-Mantan Sekretaris Daerah Kota Dumai, M Nasir dijatuhi hukuman selama 7 tahun penjara. Sementara Hobby Siregar dihukum 7,5 tahun kurungan.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri PN Pekanbaru, Rabu (28/8) petang. Adapun agenda sidang adalah pembacaan amar putusan dalam perkara dugaan proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis tahun 2013 hingga 2015.

Pembacaan putusan disampaikan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu, di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa dan tim penasehat hukumnya
Dalam putusannya, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan rasuah sebagai mana tertuang dalam dakwaan primair JPU.

“Kedua terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat 1) ke-1 KUHPidana,” ujar Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu.

Dalam proyek itu, M Nasir menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis. Sementara Hobby Siregar adalah Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC) selaku pihak rekanan.

Meski sama-sama dijerat dengan dakwaan primair, Hobby Siregar dihukum lebih tinggi, yakni 7,5 tahun penjara. Sementara M Nasir dihukum 7 tahun.

“Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan,” lanjut Hakim Ketua.

Tidak hanya itu, kedua terdakwa juga dibebankan untuk membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk M Nasir, dia diwajibkan membayar Rp2 miliar subsidair 1 tahun penjara. Sementara Hobby Siregar diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp40.876.991.970,63 subsidair 3 tahun penjara.

Atas putusan itu, para terdakwa menyatakan pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan sikap, apakah menerima atau menolak putusan tersebut dengan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru. Sikap yang sama juga disampaikan JPU.

“Pikir-pikir yang mulia,” tegas JPU Roy Riyadi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Putusan yang diberikan majelis hakim itu tak jauh berbeda dengan tuntutan yang disampaikan JPU pada persidangan sebelumnya. Dimana untuk M Nasir dituntut 7,5 tahun penjara, dan Hobby dituntut 8 tahun penjara.
Sementara untuk denda dan pembayaran uang pengganti kerugian negara, sama dengan vonis hakim.

Berdasarkan surat dakwaan JPU dinyatakan bahwa pada Agustus 2013 sampai Desember 2015, yakni melakukan beberapa perbuatan yang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Keduanya didakwa merugikan negara Rp105.881.991.970.

JPU menyebutkan, M Nasir memperkaya diri sebesar Rp2 miliar, Hobby Siregar Rp40.876.991.970,63, Herliyan Saleh Rp1,3 miliar, H Syarifuddin alias H Katan Rp292 juta, Adi Zulhalmi Rp55 juta.

Selain itu, keuntungan juga dinikmati Rozali Rp3 juta, Maliki Rp16 juta, Tarmizi Rp20 juta, Syafirzan Rp80 juta, M Nasir Rp40 juta, M Iqbal Rp10 juta, Muslim Rp15 juta, Asrul Rp24 juta, Harry Agustinus Rp650 juta.

Perbuatan berawal ketika Dinas PU Bengkalis melaksanakan pekerjaan proyek jalan poros, di antaranya Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih, Rp528.073.384.162,48. Di proyek ini Muhammad Nasir yang menjabat Kepala Dinas PU Bengkalis sesuai SK Bupati Bengkalis menjabat Pengguna Anggaran merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Makmur dan Ismail Ibrahim dari PT Merangin Karya Sejati dan Jeffri Ronald Situmorang dari PT Multi Structure menemui Ribut Susanto yang merupakan orang dekat Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh. Mereka menyampaikan keinginan mendapatkan salah satu proyek itu.

Untuk mengerjakan proyek itu, PT Merangin Karya Sejati milik Ismail dan Makmur tidak mencukupi Kemampuan Dasarnya (KD) atas nilai anggaran proyek multi years dalam DPA TA 2013-2015. Keduanya meminjam PT MRC untuk mengerjakan proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Saat pertemuan di Jakarta, Herliyan dan Muhammad Nasir menunjuk perusahaan-perusahaan yang akan mengerjakan paket-paket proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis, padahal proses lelang belum dilaksanakan. PT MRC ditunjuk mengerjakan proyek peningkatan Jalan Poros Pulau Rupat (ruas Batu Panjang-Pangkalan Nyirih).

Dalam pertemuan itu Muhammad Nasir juga mengatakan akan memberikan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) kepada masing-masing kontraktor yang telah ditunjuk untuk panduan membuat dokumen penawaran lelang. Hal ini melanggar Pasal 5 dan Pasal 6 Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Untuk melaksanakan proses lelang proyek poros peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih, Herliyan membentuk Pokja ULP. Didalamnya ada Syarifuddin, Adi Zulhalmi, Rozali, M Rasyidin dan lainnya.

Pada tanggal 9 Januari 2013 tim Pokja ULP mengumumkan lelang proyek tersebut melalui website LPSE. Tercatat ada 18 perusahaan yang mendaftar di antaranya PT MRC, PT Citra Gading Asritama, PT Multi Structure dan PT Wijaya Karya (persero) Tbk.

Muhammad Nasir mengarahkan anggota Pokja ULP memenangkan perusahaan yang telah ditunjuk oleh Herliyan Saleh dan ditetapkan PT MRC sebagai pemenang. Dia mengetahui bahwa proses lelang tersebut tidak dilakukan sesuai ketentuan karena telah diarahkan sebelumnya Makmur dan Ibrahim tidak punya keahlian melaksanakan proyek.

Selain itu, Muhmmad Nasir juga menunjuk Muslim dan Asrul sebagai pengawas lapangan dari Dinas PU Bengkalis, yang juga tidak punya keterampilan dan pengetahuan terkait dengan konstruksi jalan.

Proyek tidak berjalan sebagaimana mestinya. PT MRC tidak juga melaksanakan pekerjaan sesuai dengan progress yang ditetapkan dalam kontrak, bahkan Hobby Siregar mengajukan 4 kali adendum kontrak yang disetujui oleh Muhammad Nasir.

Progres pekerjaan yang dikerjakan oleh PT MRC baru mencapai 7,26 % atau tidak mencapai 10 %, sehingga pada bulan Desember 2014, Muhammad Nasir menerima laporan adanya deviasi (keterlambatan progress pekerjaan) setiap bulannya. Hal itu dilaporkan ke Herliyan tapi Herliyan menyarankan agar PT MRC tetap mengerjakan pekerjaannya sampai masa berakhir kontrak.

Pada akhirnya, Hobby Siregar menyampaikan kalau pihak PT MRC hanya mampu melaksanakan penyelesaian pekerjaan maksimal 70% dari total pekerjaan pada saat jatuh tempo kontrak nanti. Namun Muhammad Nasie meminta agar tetap diselesaikan hingga 80%.

Dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang – Pangkalan Nyirih telah menerima pembayaran dengan total keseluruhan sebesar Rp310.487.904.272,73. Uang itu hanya digunakan Hobby untuk pembiayaan pelaksanaan pekerjaan proyek Rp204.605.912.302,10.(dod)

Comments

Berita Terbaru