oleh

Tersangka Dimungkinkan Lebih dari Satu

 

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Tinggi Riau mengaku telah mengantongi nama tersangka dugaan korupsi Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci. Dimungkinkan jumlah tersangka dalam perkara tersebut lebih dari satu orang.

Penanganan perkara ini dilakukan terhadap dugaan penyimpangan pemberian kredit oleh BRK Cabang Pangkalan Kerinci kepada PT Dona Warisman Bersaudara pada tahun 2017 lalu. Disinyalir, ada kesalahan prosedur dalam pemberian kredit yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Belakangan diketahui kredit itu macet
Untuk memastikan adanya peristiwa pidana dalam perkara itu, Korps Adhyaksa Riau langsung melakukan penyelidikan. Pada tahap itu, tim penyelidik mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Seperti, Faizal Syamri selaku Pimpinan Cabang (Pimcab) BRK Pangkalan Kerinci tahun 2017, Ahmadi Syamsul selaku Pimpinan Seksi (Pimsi) Operasional dan Pelayanan Nasabah, dan Sasnobon Pimsi Pemasaran. Lalu, Yanuar dan Yurico Pratama selaku Analis Kredit, serta Muhammad Abdillah selaku Admin Kredit.

Dari kantor BRK Pusat, terdapat nama Ade Roshan. Dia merupakan pegawai BRK dari Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).

Proses yang sama juga dilakukan terhadap Yuliana dan Ujang Azwar, masing-masing menjabat selaku Komisaris dan Direktur PT Dona Warisman Bersaudara. Perusahaan itu merupakan pihak debitur di BRK Pangkalan Kerinci.
Berikutnya, Jaksa juga melakukan pemeriksaan terhadap Riski Sanjaya dari PT Askrindo Cabang Pangkalan Kerinci, dan Notaris Reni Mayoni.

Setelah penyelidikan rampung, Tim Penyelidik melakukan gelar perkara pada pertengahan Juli 2019 kemarin. Hasilnya, Jaksa sepakat untuk menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Itu ditandai dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditandatangani Kepala Kejati (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur.

Pada tahap ini, proses pengumpulan keterangan dan alat bukti dilakukan. Jaksa kemudian melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi untuk dimintai keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Tim penyidik akan melakukan gelar perkara,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, Rabu (28/8).

Pelaksanaan gelar perkara itu harus dilakukan, mesti diyakini penyidik telah mengantongi nama tersangka. Pelaksanaan gelar perkara itu diagendakan dilakukan pada pekan depan.

“Siapa tersangkanya, itu lah ditetapkan dalam perkara. Tersangkanya bisa satu, dua, atau lebih,” pungkas Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu.(dod)

Comments

Berita Terbaru