oleh

Tiga Terdakwa Kepemilikan 37 Kg Sabu Divonis Mati, Dua Lainnya 17 Tahun Penjara

BENGKALIS (HR)-Tiga terdakwa dugaan kepemilikan 37 kilogram sabu-sabu, 75 ribu pil ekstasi dan 10 ribu happy five dijatuhi hukuman mati. Dua lainnya dihukum 17 tahun penjara.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Kamis (29/8). Adapun agenda persidangan adalah pembacaan amar putusan yang disampaikan majelis hakim yang diketuai Zia Ul Jannah.

Terdakwa pertama yang menghadapi vonis adalah Suci Ramadianto. Mantan sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat dijatuhi hukuman mati.

“Menjatuh pidana terhadap terdakwa Suci Ramadianto alias Suci alias Iri dengan pidana mati,” ungkap Hakim Ketua Zia Ul Jannah dalam amar putusannya.

Menurut hakim, perbuatan Suci terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana dan pemufakatan jahat dalam perkara tersebut.

Terdakwa, kata Hakim, terbukti merupakan orang yang memesan atau pemilik dari barang haram yang ditemukan di sebuah kapal di perairan Bengkalis oleh pihak kepolisian. Hal itu menurut majelis hakim terbukti dari bukti transfer uang dari terdakwa kepada terdakwa Rojali dan Iwan Irawan.

Selanjutnya, Rojali dan Muhammad Irawan secara bersamaan yang menghadapi putusan hakim. Sama halnya dengan Suci, keduanya juga divonis dengan hukuman mati. Vonis ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Suci Ramadianto dan keduanya.

Sementara itu, dua terdakwa lainnya, yakni Surya Darma dan Muhammad Aris yang sebelumnya dituntut 20 tahun penjara oleh JPU, mendapat keringanan Hakim. Keduanya hanya divonis dengan hukuman selama 17 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar subsidair 6 bulan penjara.

Kedua terdakwa menurut majelis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi perantara pemuafakatan jahat tiga terdakwa Suci, Rozali dan Muhammad Irawan.

Atas putusan ini, baik JPU maupun Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU dinyatakan, terdakwa Suci Ramadianto, Rojali, Iwan Irawan, Surya Darma dan Aris ditangkap Polda Riau atas dugaan kepemilikan 37 kilogram sabu-sabu, 75 ekstasi dan 10 ribu pil happy five yang ditemukan dalam sebuah pompong di Perairan Bengkalis.

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli petugas Polair pada 16 Desember 2018 lalu. Saat itu petugas yang berada di pos melihat ada kapal pompong yang melintas di Sungai Kembung, Bengkalis pada pukul 17.30 WIB.

Petugas pun melakukan pengejaran dan menanyai awak kapal yang berada di pompong tersebut. Ada empat orang yang berada di kapal berbendara Indonesia tersebut. Saat ditanyakan mereka mengaku habis bahan bakar.

Ketika itu petugas menepikan kapal pompong tersebut. Setelah itu awak kapal memohon izin untuk membeli bahan bakar dan menitipkan kapal ke petugas. Mereka juga meninggalkan nomor handphone untuk bisa dihubungi. Setelah lama tidak kunjung kembali ke kapal, petugas melakukan pemeriksaan. Ternyata ditemukan sejumlah narkoba.

Setelah mengetahui adanya barang haram tersebut, Ditpolair pun mengembangkan kasus bersama dengan Ditresnarkoba. Polda juga melakukan profilling dan membuat sketsa terhadap empat orang DPO tersebut.

Saat pengembangan kasus, diketahui bahwa tersangka tengah berada di Jawa. Polda pun berkoordinasi ke beberapa daerah dan ditangkap lima orang tersangka di daerah Probolinggo. Setelah diketahui bahwa mereka merupakan tersangka kepemilikan narkoba di pompong, kelimanya dibawa ke Riau oleh Polda Bali.(dod)

Comments

News Feed