oleh

Naturalisasi Kembali Mengemuka di Bursa Transper

PEKANBARU (HR)-Bursa transfer Liga 1 2019 kembali dibuka, wacana naturalisasi pemain kembali muncul ke permukaan. Bursa transfer di Liga 1 2019 tak afdol rasanya bila tak membicarakan pemain yang alih warga negara alias naturalisasi.

Naturalisasi menjadi jalan singkat untuk meraih status Warga Negara Indonesia (WNI) yang sangat berpengaruh di persepakbolaan Indonesia. Pemain yang telah dinaturalisasi dapat didaftarkan sebagai pilar lokal sehingga pihak klub bisa menambah stok legiun asing.

Di bursa transfer kali ini, ada beberapa pemain asing yang juga masih sibuk mengurus proses naturalisasi.

Salah satu di antara pemain tersebut bahkan mendapat panggilan dari tim nasional (timnas) Indonesia untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

Mereka yang sedang melakukan urusan itu diantaranya Otavio Dutra menjadi pemain yang paling menunggu perubahan status menjadi Warga Negara Indonesia.

Proses naturalisasi Dutra sebetulnya sudah mencapai tahap akhir karena sang pemain telah disumpah dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun hingga kini bek tengah Persebaya itu belum juga mendapat paspor Indonesia.

Kondisi itu membuat Dutra terancam absen membela timnas Indonesia melawan Malaysia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (5/9/2019).”Kalau paspor dia (Dutra) juga belum selesai, saya akan pakai pemain yang siap untuk bermain,” kata Simon McMenemy, pelatih timnas Indonesia.

Selanjutnya Fabiano Beltrame dari Persib Bandung. Wacana naturalisasi Fabiano Beltrame telah muncul sejak ia memperkuat Madura United musim lalu.

Kemudiaan di antara pemain-pemain calon WNI yang ada di daftar ini, nama Marc Klok paling menyita perhatian. Jika biasanya pemain sepak bola mau dinaturalisasi setelah ia berusia kepala tiga, tidak demikian halnya dengan Klok.

Marc Klok yang baru 26 tahun bersedia menjalani proses naturalisasi untuk mengabdi kepada timnas Indonesia.”Saya masih bisa berbuat banyak untuk timnas Indonesia di usia sekarang,” kata Klok kepada BolaSport.com.(bsc/eka)

Comments

Berita Terbaru