oleh

Pelaku Pembunuhan Coba Kabur di PN Pekanbaru

PEKANBARU (HR) – Upaya kabur yang dilakukan Hendra Syahputra berhasil digagalkan petugas dan masyarakat. Pria berusia 29 tahun itu merupakan terdakwa kasus perampokan dan pembunuhan yang tengah menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Informasi yang dihimpun, Hendra berhasil kabur usai sidang di PN Pekanbaru, Kamis (29/8/m) sekitar pukul 16.00 WIB. Dia kabur saat akan dibawa masuk ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru untuk kembali ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pekanbaru.

Pembunuh Ayu Safitri, gadis berusia 19 tahun itu, sempat berhenti sejenak ketika akan masuk ke mobil tahanan. Melihat ada kesempatan, dia lalu berlari menuju Jalan Teratai, Pekanbaru.

Melihat hal itu, petugas pengawalan dari Kejari Pekanbaru dan kepolisian yang mengawal para tahanan langsung mengejar dan berteriak meminta Hendra agar berhenti. Tapi hal itu tidak diindahkan oleh terdakwa yang terancam hukuman mati karena dijerat dengan Pasal 339 jo Pasal 65 ayat (2) KUHPidana itu.

Polisi akhirnya melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara, dan itupun tidak dihiraukannya.

Dia terus berlari mengarah Jalan Cempaka hingga polisi kembali melepaskan satu kali tembakan ke udara. Namun langkahnya terhenti ketika dia tersandung dan jatuh ke badan jalan. Warga yang melintas di lokasi memukul pelaku hingga akhirnya diamankan.

“Itu bisa tertangkap lagi berkat kesigapan pegawai Kejari Pekanbaru yang menabrakan motornya ke arah terdakwa yang lari,” ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Suripto Irianto, Kamis sore.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, Robi Harianto mengatakan, saat kabur Hendra sudah diborgol. “Ada pengawalan dari kejaksaan dan kepolisian. Petugas cekatan dan menangkap pelaku,” kata Robi di PN Pekanbaru.

Usai ditangkap, Hendra kemudian digiring ke sel tahanan PN Pekanbaru. Di sana, dia interogasi petugas.

“Kami akan bawa kembali dia ke Rutan,” singkat Robi.

Saat ini, persidangan terhadap Hendra sudah masuk tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, Edi Junaidi. “Rencananya hari ini (kemarin,red) sidang pembacaan tuntutannya. Tapi rentut belum selesai, hingga sidang ditunda,” pungkas Robi.

Terpisah, Hendra Syahputra mengaku nekat menjalankan aksinya untuk kabur karena ketakutan tinggal di sel tahanan rutan. Dia mengaku kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga ancaman dibunuh oleh para tahanan sekamar dengannya.

“Saya tidak tahan dalam kamar. Soalnya saya diancam mau dibunuh. Udah berulang kali dilakukan oleh kawan-kawan di dalam kamar,” kata Hendra lirih saat diwawancarai Haluan Riau di sel tahanan PN Pekanbaru.

“Saya dipukul. Orang (tahanan,red) tu berniat mau membunuh, tapi belum ada kesempatan. Satu kamar sekongkol,” sambung dia seraya mengatakan, di dalam kamar terdapat 25 orang tahanan.

Dia mengaku telah melaporkan kejadian yang menimpanya itu kepada petugas Rutan Pekanbaru. “Saya sudah lapor, tapi tidak ditanggapi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Hendra menjadi pesakitan karena diduga melakukan pembunuhan terhadap Ayu Safitri, wanita yang dikenalnya melalui media sosial media (medsos) Facebook.

Aksi bejatnya itu dimulai pada pagi hari di tanggal 29 Januari 2019. Saat itu korban baru diterima kerja sebagai asisten rumah tangga di Jalan Sigunggung, tapi pelaku justru dengan sengaja menghalang-halangi korban untuk bekerja.

Dia juga mengiming-imingi ada pekerjaan yang lebih baik untuk Ayu di daerah Jalan Pramuka, Rumbai. Terbujuk rayuan, malamnya Hendra menjemput korban di kawasan Sigunggung dan pergi ke Rumbai.

Saat itu melintas Jalan Yos Sudarso, Ayu pun merasa lapar dan meminta Hendra untuk makan. Awalnya Ayu meminta makan di KFC. Karena tidak ada uang keduanya makan di warung makan biasa.

Setelah keduanya selesai makan, Hendra membawa Ayu ke Jalan Pramuka dan terus ke dalam dekat kawasan perkebunan sawit. Curiga dengan gelagat tersangka, Ayu pun mulai berontak dan minta keluar dari daerah tersebut.

Sakit hati mendapatkan perlawanan, Hendra mulai kasar dan akhirnya memiting korban hingga tidak sadarkan diri kemudian meninggal dunia. Selanjutnya pelaku menjarah harta benda korban

Mayat korban kemudian ditemukan di kawasan kebun sawit di Jalan Padat Karya, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, 30 Januari 2019 dini hari lalu.

Dari hasil pengusutan, polisi menangkap Hendra di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). Ketika itu, pelaku sedang berada di dalam bus saat akan kabur ke Jakarta.(Dod)

Comments

Berita Terbaru