oleh

Tidak Yakin dengan Konstruksi Hukum Majelis Hakim, Tiga Terdakwa Kepemilikan 37 Sabu Ajukan Banding

BENGKALIS (HR)-Tiga terdakwa yang dijatuhi hukuman mati dalam dugaan kepemilikan 37 kilogram sabu-sabu, 75 ribu pil ekstasi dan 10 ribu happy five, bakal mengajukan upaya hukum banding. Menurut mereka, vonis tersebut dijatuhkan hakim dengan konstruksi hukum yang tidak meyakinkan.

Adapun tiga terdakwa itu adalah Suci Ramadianto, Rozali dan Muhammad Irawan. Menurut hakim, ketiga pesakitan itu terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana dan pemufakatan jahat dalam perkara tersebut.

BACA : Tiga Terdakwa Kepemilikan 37 Kg Sabu Divonis Mati, Dua Lainnya 17 Tahun Penjara

Atas putusan itu, ketiga terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Achmad Taufan Soedirjo, menyatakan akan mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru.

Dikatakannya, dalam menjatuhkan putusan, majelis hakim terikat pada ketentuan pembuktian, yakni minimal dua alat bukti yang sah ditambah dengan keyakinannya. Namun hal itu, katanya, tidak terlihat dalam putusan hakim.

“Dalam putusan ini kami hanya melihat keyakinan hakim tanpa ada minimal dia alat bukti yang sah. Namun demikian keyakinan tersebut dibangun dengan konstruksi hukum yang tidak meyakinkan,” ujar Taufan kepada haluanriauco, Kamis (29/8) malam.

Dalil yang disampaikannya itu, menurut dia, merujuk dari fakta persidangan. Dimana bahwa barang bukti narkotika dalam perkara disita dari Sorpia dan Suheiri, bukan dari para terdakwa.

“Keduanya (Suci dan Suheiri,red) tidak diperiksa. Banyak sekali cerita yang terputus dalam bangunan logika hukum yang dibangun dalam pertimbangan hukum majelis hakim,” beber dia.

Lebih lanjut dikatakannya, ada hal yang sangat krusial, yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Dicontohkannya, yakni terkait barang bukti foto transfer Rp20 juta yang menyebabkan hakim yakin bahwa terdapat kesalahan pada diri terdakwa, yang dalam pertimbangannya dikatakan ada di handphone (HP) Rojali dan Suci.

“Faktanya tidak demikian. Yang ditunjukkan di muka persidangan hanyalah foto yang ada di HP terdakwa Rojali. Lagi pula, masih dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa itu bukan rekening Suci,” sebut dia.

Dia juga menyebutkan, ada rangkaian cerita yang terputus. “Ingat bahwa perkara ini berawal dari pesanan seseorang bernama Iwan yang berada di Lampung. Namun hal ini hanya menjadi cerita belaka tanpa ada pembuktian,” imbuh Taufan.

“Kesimpulan kami, para terdakwa divonis mati hanya berdasarkan keyakinan hakim yang dibangun dengan konstruksi dan logika hukum yang tidak meyakinkan,” sambungnya menutup.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis itu, dua terdakwa lainnya dijatuhi hukuman selama 17 tahun penjara, dan denda sebesar Rp2 miliar subsidair bulan kurungan. Mereka adalah Surya Darma dan Muhammad Aris.(dod)

Comments

News Feed