oleh

4 Nyawa Melayang di Jalanan Dalam Tiga Hari Ops Patuh Muara Takus 2019

PEKANBARU (HR)-Operasi Patuh Muara Takus 2019 telah dimulai sejak 29 Agustus 2019 kemarin. Dalam tiga hari pelaksanaan operasi, tercatat telah terjadi 7 kasus kecelakaan lalulintas yang menyebabkan 4 orang meninggal dunia.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Minggu (1/9). Dikatakannya, selain korban meninggal dunia, juga terdapat korban yang mengalami luka berat dan ringan dalam kejadian tersebut.

“Selama 3 hari Ops Patuh Muara Takus 2019, jumlah laka lantas atas 7 kasus. Korban meninggal dunia 4 orang, luka berat 4 orang, dan luka ringan 7 orang. Untuk total kerugian material sebesar Rp40.100.000,” ujar Sunarto.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan operasi serupa dengan jumlah hari yang sama. Dimana pada tahun lalu terdapat 5 kasus laka lantas, dengan 3 orang meninggal dunia.

“Tahun lalu, korban luka berat berjumlah 4 orang, dan luka ringan ada 2 orang. Sementara kerugian materil sebesar Rp6 juta,” sebut perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto itu.

Tidak hanya itu, jumlah pelanggaran juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu sebesar 91 persen. Hal yang sama juga berlaku untuk penindakan tulang dan teguran, masing-masing meningkat sebesar 81 persen dan 231 persen.

Untuk diketahui, pelaksanaan Ops Patuh Muara Takus 2019, dilaksanakan serentak selama 14 hari, dimulai pada 29 Agustus hingga 11 September 2019 mendatang.

Ada sejumlah sasaran dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut. Yakni, pengemudi menggunakan handphone, melawan arus, sepeda motor berboncengan lebih dari satu, dan pengemudi di bawah umur.

Berikutnya, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba atau mabuk, dan berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.(dod)

Comments

Berita Terbaru