oleh

13 Kasus Karhutla Dilimpahkan ke JPU

PEKANBARU (HR)-Pihak kepolisian di Riau tengah menangani 40 kasus kebakaran hutan dan lahan. Dari jumlah tersebut, satu perkara melibatkan pihak korporasi, yakni PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS).

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Senin (2/9). Dikatakannya, 40 kasus itu tercatat sejak awal tahun hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 kasus sudah dilimpahkan ke JPU.
“Untuk kasus karhutla di jajaran Polda Riau, sampai hari ini (kemarin,red) ada 40 kasus. Satu korporasi dan 39 kasus perorangan,” ujar perwira menengah Polri yang akrab disapa Narto itu.

Dari 40 kasus itu, kata Narto, pihaknya telah menetapkan 41 orang tersangka.
Dia melanjutkan, dari 39 kasus perorangan, jumlah tersangkanya mencapai 41 orang. Dimana 24 kasus masuk dalam tahap penyidikan, dan satu kasus, berkasnya sudah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan atau tahap I.
“Sebanyak 13 kasus, perkaranya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II,” sebut mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Sementara untuk kasus yang melibatkan korporasi, kata dia, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi, guna menentukan siapa yang bertanggungjawab.

“Untuk korporasi (PT SSS,red), kita sudah periksa 18 saksi,” beber dia.
Dia menyatakan penyidik masih membutuhkan keterangan saksi ahli untuk melengkapi proses pemberkasan.
“Ke depan kita membutuhkan saksi ahli. Di antaranya dari Dinas Perkebunan Pelalawan dan Provinsi, BPN, ahli kerusakan lingkungan dan pidana lingkungan,” imbuh Sunarto.

Dalam kesempatan itu, dia memaparkan total luas lahan yang terbakar pada sepanjang tahun 2019 ini mencapai 489,755 hektare lebih. Adapun yang paling banyak menangani kasus karhutla, yaitu Polres Dumai dengan 8 kasus, disusul Polres Bengkalis 6 kasus, serta Polres Pelalawan dan Polres Rokan Hilir (Rohil) masing-masing 4 kasus.
“Untuk yang (Polres) lain ada yang 2 kasus, ada yang 1 kasus,” pungkas Kombes Pol Sunarto.(dod)

Comments

Berita Terbaru