oleh

Pemdes Penyasawan Fokus Gunakan Dana Desa untuk Pembangunan Fisik

BANGKINANG (HR)-Kawasan Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, sangat luas dibandingkan desa lain yang berdekatan dengannya. Di sana, infrastruktur masih terbatas, dan harus segera digesa pembangunannya.

Hal itu menjadi pertimbangan pemerintah desa (Pemdes) setempat dalam hal menggunakan Dana Desa. Pemdes Penyasawan fokus menggunakan anggaran dari negara itu untuk melakukan pembangunan fisik.

“Untuk saat ini penggunaan Dana Desa (DD) masih kita fokuskan untuk pembangunan desa. Karena wilayah desa kita ini sangat luas dibandingkan desa lain, pecahan dari Desa Penyasawan seperti Desa Ranah Bukit, Ranah Singkuang, dan Desa Pulau Sarak,” ujar Kepala Desa Penyasawan, Sumarlis, Kamis (12/9).

Diterangkan Sumarlis, luas desa yang dipimpinnya itu lebih kurang 14 kilometer persegi untuk pemukiman. Jadi untuk pembangunan drainase dan semenisasi jalan agak lambat.

Anggaran yang ada saat ini, kata dia, tidak mencukupi untuk percepatan pembangunan di Desa Penyasawan.

“Kalau anggaran pembangunan desa kami disamakan dengan desa pecahan, maka pembangunan di Desa Penyasawan ini akan lamban,” lanjut dia.

Dibandingkan dengan desa pecahannya, dalam satu tahun mereka bisa menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan di Desa Penyasawan, dengan anggaran yang sama, baru bisa diselesaikan selama tiga tahun.

“Dengan dana sebesar itu, tiga tahun desa kami ketinggalan dari desa lain. Begitulah perbandingan luasnya Desa Penyasawan ini,” kata Sumarlis.

Meski begitu, tak menyurutkan upayanya guna menggesa percepatan pembangunan. Dia berharap, program pembangunan yang telah dilakukan, bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga saja dengan pembangunan yang dilaksanakan saat ini dapat memberikan dampak positif, seperti menunjang aktivitas masyarakat yang pada akhirnya akan memberikan efek domino positif lainnya,” pungkasnya. (mri/dod)

Comments

News Feed