oleh

Pemerintah Dinilai Tidak Serius Tangani Karhutla, Ini Suara Masyarakat

PEKANBARU (HR)-Pemerintah dinilai tidak serius menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Akibatnya, kabut asap kian menebal yang memengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat.

“Kondisi asap yang ada sama saja, dan selalu terulang dari tahun ke tahun di musim kemarau. Ini dikarenakan tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah,” ujar salah seorang warga, Saipul Diantoro, Kamis (12/9).

Hal itu, kata dia, berdampak pada semakin memburuknya kesehatan masyarakat. Tidak hanya itu, sejumlah kerugian juga diderita akibat buruknya penanganan karhutla ini.

Seperti yang dialaminya. Saipul yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang keliling, harus rela mengalami penurunan pendapatan. Siswa sekolah yang menjadi pembelinya, saat ini tengah libur sekolah.

“Sebaiknya tidak diliburkan, karena anak-anak juga lebih banyak bermain di luar rumah,” lanjut dia.

“Kalau di sekolah, lebih banyak di dalam ruangan. Malah anak-anak lebih aman jika berada di sekolah karena di dalam ruangan, dan pelajaran juga tidak tertinggal” sambung pedagang yang kerap berjualan di SD Negeri 136 dan 037 Pekanbaru.

Terpisah, Desi Diana juga mengeluhkan dampak kabut asa ini. Dikatakan pedagang baso itu, dirinya sulit beraktivitas di luar rumah, karena khawatir memengaruhi kesehatannya.

“Seharusnya yang bakar lahan itu dicabut izinnya. Biar mereka jera. Kalau denda, sepertinya tidak terlalu berpengaruh karena mereka masih punya uang untuk bayar. Tapi kalau izin dicabut mereka kan mikir-mikir buat bakar lahan,” kesal Desi.(mg3/dod)

Comments

News Feed