oleh

Kronologi Penangkapan 2 Tersangka Penyeludupan Lobster di Riau

PEKANBARU (HR) – Pengungkapan kasus penyeludupan baby lobster di perairan Provinsi Riau bukanlah pertam kalinya dilakukan kepolisian. Tidak mudah untuk dapatkan barang bukti berikut dengan tersangkanya.
Demikian pula dalam upaya penggalan penyeludupan 95.340 ekor baby lobster di Indragiri Hulu, 17 Agustus 2019 lalu.

Setelah beberapa hari barang bukti ditemukan, Kasubdit Gakkum Dit Polairud Polda Riau AKBP DR. Wawan, MH bersama Subdit Jatanras Ditreskrim melanjutkan proses penyelidikan di lapangan. Dari sebuah mobil yang diamankan, kepolisian menelusuri pelaku satu demi satu.

Sebuah proses waktu yang cukup panjang karena mobil yang membawa barang bukti sudah berpindah-pindah tangan.

Dari tangan enam orang dan pada orang ketujuh, polisi mulai menemukan titik terang. Pemilik mobil berada di tangan UMD.

Penyelidikan kemudian berkembang dan ternyata kendaraan itu telah dibelinya. Bahkan mobil tersebut di sewa oleh LK (saksi). Dari keterangan saksi inilah beberapa nama muncul.

Termasuk tersangka SH dan DO. Ternyata keduanya adalah pengemudi mobil yang membawa barang bukti baby lobster dengan nilai empat belas miliar enam ratus empat juta rupiah.

“Proses penyelidikan yang panjang dan tidak mudah untuk mengungkapnya. Sampai akhirnya tersangka SH dan DO bisa kita temukan,” kata Kasubdit Gakkum Dit Polairud Polda Riau AKBP DR. Wawan, MH kepada HALUANRIAU.CO, Senin 16 September 2019.

Setelah kedua tersangka diamankan, proses pemeriksaan langsung dilakukan. Ternyata masing-masing tersangka memiliki peranan yang berbeda dan bayaran atau upah yang tidak sama. (red/bamz)

Comments

Berita Terbaru