PEKANBARU (HR)- Tebalnya kabut asap memengaruhi penerbangan di Bandara SSK II, Pekanbaru, Rabu (18/9). Karena jarak pandang terbatas mengakibatkan sebanyak dua pesawat harus holding area (putar-putar di udara) sebelum melakukan landing.

Gangguan penerbangan terjadi sejak pukul 06.00 WIB. Saat itu jarak pandang hanya mencapai 500 meter. Selain mengakibatkan holding area, kondisi udara yang buruk tersebut juga mengakibatkan sejumlah penerbangan mengalami delay.

OIC Bandara SSK II Pekanbaru, Benni, membenarkan ada dua pesawat yang holding. Tercatat lebih kurang selama satu jam, sampai menunggu jarak pandang mencapai 800 meter.

Dua pesawat yang harus menunggu landing tersebut adalah Batik Air dari Jakarta, yang seharusnya mendarat pukul 07.35 WIB, terpaksa mendarat 08.32 WIB. Pesawat kedua, City Link yang seharusnya mendarat pukul 08.00 WIB mendarat pukul 08.38 WIB.

“Ya jarak pandang 500 meter di bandara, dan dua pesawat sempat holding area, Batik Air dan City Link. Jarak pandang hanya 500, kedua pesawat itu menunggu jarak pandang menjadi 800 (meter). Setelah berputar selama lebih satu jam barulah pesawat mendarat, setelah jarak pandang mulai baik 800 meter,” jelas Benni.

Dijelaskannya, untuk take off pesawat mulai dari pagi tidak ada halangan. Karena unit take off tidak mempengaruhi pesawat untuk beroperasi. Dengan jarak pandang 500 meter sudah 7 pesawat yang take off dan tidak mengganggu penerbangan. Kondisi masih dalam keadaan normal.
“Kalau take off masih aman, pagi ini (kemarin red) pesawat yang sudah berangkat ada 7 pesawat,” jelasnya.

334 Hotspot
Sementara itu, Pasca-kedatangan Presiden Joko Widodo, bersama Panglima TNI, Kapolri dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Riau, tidak memengaruhi berkurangnya Karhutla di wilayah Riau. Bahkan pada Rabu (18/9), tercatat hotspot mencapai 334 titik, dengan level confidance di atas 70 persen mencapai 205 titik.

Ratusan titik api yang tersebar di wilayah Riau ini, menyebabkan kabut asap tebal semakin parah menyelimuti Riau. Dan di hampir seluruh daerah, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), berada pada level berbahaya. Dari data Dinas LHK Riau, ISPU berada pada angka 300, dengan level berbahaya dan dapat merugikan kesehatan serius.

Dari data Badan Meteorologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat hotspot di Riau mencapai 334 titik. Dan Riau Level Confidence diatas 70 persen ada 205 titik. Terbanyak di Kabupaten Pelalawan 61 titik. Bengkalis 6, Kampar 6, Dumai 10, Kuansing 1, Pelalawan 61, Rohil 58, Inhu 36 dan Inhil 27 titik.(nur)

Comments

Berita Terbaru