oleh

Usai PT SSS, Polda Riau Kembali Bidik 2 Corporasi di Pelalawan

PANGKALAN KERINCI (HR)-Dalam Konfrensi pers yang digelar Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko usai mengikuti Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penanggulangan Karhutla 2019 di Gedung Daerah Datuk Laksemana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kamis (19/9), terungkap Polda Riau telah menetapkan satu Corporasi sebagai tersangka Karhutla di Bumi Lancang Kuning.

“Kita telah menetapkan satu perusahaan yang bergerak di bidang Perkebunan. Namanya PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) di Pelalawan sebagai tersangka Karhutla,” ujarnya.

Ternyata tidak hanya satu perusahaan saja yang dibidik Polda Riau, masih ada dua corporasi lagi akan akan menyusul PT SSS sebagai pelaku Karhutla.

“Proses yang dua lagi masih dalam penyelidikan. Kita masih mengumpulkan data, bukti serta keterangan. Untuk yang dua lagi saya bocorkan perusahaannya juga ada di Kabupaten Pelalawan,” terangnya.

Dijelaskannya lagi, ada 51 Laporan Polisi (LP) dengan 53 orang sebagai tersangka terkait Karhutla yang ditangani Polda Riau dalam waktu 6 bulan belakangan.

“Semua masih dalam penyidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan,” harapnya.

Untuk proses Karhutla yang dilakukan Corporasi mantan Wakapolda Jawa Timur ini menyebutkan, jika menangani perkara Karhutla yang melibatkan Corporasi cukup sulit dan tidak semudah kasus serupa yang menjerat warga masyarakat.

“Banyak data maupun barang bukti juga keterangan dari para ahli yang kita butuhkan dalam menuntaskan kasus karhutla. Ini yang membuat prosesnya jadi lama dan panjang,” ungkap dianya.

Diakhir keterangannya, Kapolda yang telah satu tahun lebih berdinas di Riau ini, mengharapkan agar seluruh masyarakat, Bhabinkamtibmas, RT, RW juga Kepala Desa agar menjaga dan mengingatkan betapa susahnya menanggulangi karhutla dari pada mencegah.

“Jadi saya harap lakukan segala cara dalam mengatasi dan mencegah karhutla. Bagi Kades jangan bangga kalau desanya tidak ada karhutla, tapi tetap waspada dan tingkatkan pencegahan,” kata Widodo Eko mengakhiri.(ton)

Comments

Berita Terbaru