oleh

Gubri: Tidak Ada Lagi Sawit di Lahan Gambut

PEKANBARU (HR)-Gubernur Riau, H Syamsuar menegaskan bahwa ke depan tidak adalagi penanaman sawit pada lahan gambut, oleh perusahaan ataupun perseorangan manapun, karena memang sangat merugikan dan merusak lingkungan.
Hal tersebut diungkapkannya saat “coffee morning” dengan pihak media di media center posko pusat penanggulangan Karhutla, Senin (23/9).”Sawit harus diganti dengan tanaman yang ramah lingkungan dan itu sudah klita siapkan solusinya, tegasnya lagi.

Syamsuar yang didampingi Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution menilai bahwa tanaman sawit memang tidak cocok untuk ditanam di tanah gambut, karena menimbulkan dampak tidak baik, termasuk Karhutla yang terus terjadi pada saat musim panas.

Dirinya juga meminta agar para pelaku Karhutla dapat di tindak tegas, dimana saat ini sudah ada 53 tersangka dan satu diantaranya adalah korporasi.

Syamsuar juga meminta agar lahan lahan yang terbakar harus di “Police Line”. Hal ini agar kedepan, lahan tersebut tidak lagi dimanfaatkan oleh para pelaku ataupun korporasi untuk mencari keuntungan.

Selain itu, dirinya juga meminta agar penyeluhan pencegahan Karhutla dapat terus dilakukan.”Untuk Kabupaten yang daerahnya sedikit terbakar jangan sampai lengah, bisa saja jumlahnya akan membesar. Untuk itu lakukan terus upaya pencegahan, ucapnya.

Syamsuar juga mengancam, untuk perusahaan atau korporasi yang ketahuan dan terbukti melakukan pembakaran lahan, maka izinnya akan dibekukan.

Selain itu kepada para Kepala Desa (akdes), diingatkannya agar pasca bencana ini jangan sampai mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) di lahan yang terbakar.”Jika sampai ada SKT yang keluar di lahan Karhutla, maka akan diambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku, tegasnya lagi. (eka)

Comments

Berita Terbaru