oleh

Pengungsi Wamena Capai 11.410 Orang

PADANG (HR)- Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare mengklaim jumlah pengungsi Wamena yang diangkut oleh pesawat hercules ke Jayapura dan beberapa daerah tujuan lainnya mencapai 11.410 orang per 7 Oktober 2019.Dewan Ulama Thariqah Internasional yang merupakan organisasi yang berisikan para ulama dari berbagai negara turut membantu para korban tragedi Wamena.

Dewan Ulama Thariqah Internasional menyerahkan bantuan sebesar Rp2,5 miliar korban tragedi Wamena yang merupakan perantau asal Sumatera Barat.

Dewan Pembina organisasi Dewan Ulama Thariqah Internasional, Syekh Maulana Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani mengatakan pihaknya memercayakan penyaluran bantuan ini kepada Forum Sumbar Bersatu. “Rp2,5 miliar hari ini kita serahkan, ini berbentuk fisik perbaikan. Forum Sumbar Bersatu kita tunjuk sebagai pelaksana di lapangan dalam pengelolaan bantuan ini,” kata Maulana, Senin (10/9).

Dana Rp2,5 miliar ini akan ditujukan buat renovasi dan perbaikan kios-kios usaha perantau Minang di Wamena yang hancur dan rusak pascakerusuhan di Wamena dua pekan lalu. Maulana mengatakan selain bantuan Rp2,5 miliar buat warga Sumbar ini, Dewan Ulama Thariqah Internasional juga menyiapkan bantuan buat korban kemanusiaan di Wamena secara keseluruhan. Pihaknya kata Maulana akan mendonasikan Rp 50 miliar buat modal usaha bagi seluruh korban Wamena. Dana Rp 50 miliar ini nantinya kata Maulana akan diserahkan langsung oleh Dewan Ulama Thariqah Internasional.

Awal berdiri Dewan Ulama Thariqah Internasional adalah dari pertemuan ulama Thariqah se Sumbar beberapa tahun silam. Kemudian forum itu berkembang ke level Sumatera, ASEAN hingga sekarang seluruh dunia. Mereka menjadi Dewan Ulama Thariqah Internasional sejak 2018 dan berpusat di Istanbul Turki. Beberapa yang tergabung dalam Dewan Ulama Thariqah Internasional ialah ulama dari Maroko, Aljazair, Jerman, Prancis, Sudan, Mesir, Amerika Serikat dan lain-lain.

Sementara Ketua Forum Sumbar Bersatu Mahyusil Rahmat mengatakan akan segera memverifikasi data warga Minang yang masih bertahan di Wamena atau Papua dan yang sudah kembali ke Sumbar. Mahyusil mengatakan akan mengutamakan bantuan buat warga Minang yang masih bertahan di Wamena. Karena ia menilai warga yang sudah pulang ke Sumbar telah menerima bantuan dari saudara yang lain. “Kita bentuk tim khusus agar tidak salah sasaran dan tumpang tindih. Kami berikan langsung dengan mekanisme yang sedang disiapkan,” ucap Mahyusil.

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Silas Papare Mayor Sus Rindar Noor mengatakan selain pengungsi, pesawat hercules juga mengangkut bantuan sosial ke Wamena mencapai 207.763 kilogram per 7 Oktober 2019. “Untuk 7 Oktober 2019, pesawat hercules A-1321 membawa 145 orang pengungsi dengan tiga sorti dan jumlah bantuan sosial yang diangkut sebanyak 6.689 kilo gram,” katanya, Senin (7/10).

Menurut Kapen Rindar, untuk jumlah pengungsi yang masih berada di tempat-tempat pengungsian tercatat 2.190 orang. “Dua ribuan pengungsi tersebut tersebar di 13 titik atau tempat pengungsian yakni Lanud Silas Papare, Yonif R 751, Rindam, Kawanua Dunlop, Ikm, Palopo Luwu, Al Aqso, KKSS Sentani, Jabar BTN Sosial, Biak, Taruna, Ormas Sulut dan Poso,” ujarnya.

Dia menjelaskan para pengungsi dari Wamena selain dilayani oleh Lanud Silas Papare untuk transportasi udara, juga dibantu oleh maskapai penerbangan Trigana dan Wings Air. “Jadi yang diangkut oleh Trigana sebanyak 3.473 orang dan Wings Air sebanyak 1.343 orang dan ini jumlahnya diluar dari total 11.410 tadi,” katanya.

Dia menambahkan untuk pengungsi yang sudah kembali ke daerah asal menggunakan pesawat hercules sebanyak 525 orang dengan tujuan di antaranya Makasar, Malang dan Jakarta.(rol)

Comments

Berita Terbaru