oleh

Pemdes Petai Realisasikan DD Tahap I dan II 2019 Secara Optimal

TELUK KUANTAN (HR)- Pemerintah Desa (Pemdes) Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing telah merealisasikan Dana Desa (DD) tahap I dan tahap II 2019 secara optimal. Anggaran yang diterima dari APBN tersebut direalisasikan untuk peningkatan infrastruktur.

Penjabat (Pj) Kades Petai, Joni Masriadi, akhir pekan kemarin kepada Haluan Riau di Teluk Kuantan mengatakan, dengan adanya pengawasan yang intens dari instansi terkait serta berbagai elemen masyarakat, optimalisasi realisasi pembangunan desa bisa tercapai.

“Anggaran Dana Desa tahap I dan II 2019 kami fokuskan untuk pembangunan sarana prasarana infrastruktur. Adalah membangun drainase sepanjang 417 meter yang tersebar dibeberapa dusun,” ujar Joni.

Menurutnya, pembangunan drainase tersebut untuk prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat, khususnya kawasan permukiman dalam rangka menuju kehidupan masyarakat yang nyaman, bersih dan sehat.

“Jadi pembangunan drainase ini memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bertujuan untuk pengendalian air permukaan jadi terkendali. Setidaknya dengan adanya drainase yang layak, kedepan bisa mengurangi atau mengatasi daerah becek, genangan air dan banjir.” terangnya.

“Drainase adalah infrastruktur yang memiliki banyak manfaat, maka keberadaannya harus dijaga dan kita rawat sebaik mungkin. Salah satunya dengan cara menghindari prilaku membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan tersumbatnya sistem drainase. Pada akhirnya bisa terjadi banjir.” jelasnya.

Pj Kades Joni Masriadi yang juga menjabat Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Singingi Hilir ini menambahkan, selain drainase, berikutnya pada DD tahap III nantinya ia akan merealisasikan pengadaan ambulan desa untuk sarana penunjang pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat Petai.

Keberadaan ambulan ini sebelumnya sangat di dambakan masyarakat, pasalnya, selama ini sebagian warga kesulitan mengantar warga yang sedang sakit parah untuk berobat ke rumah sakit yang jarak tempuhnya cukup jauh.

“Seperti warga yang sakit parah atau melahirkan terkadang harus dibawa kerumah sakit. Sementara jarak tempuhnya cukup jauh. Seperti ke RSUD Teluk Kuantan dari Petai jaraknya sekitar 50 kilometer. Jadi untuk penanganan darurat seperti itu ambulan sangtlah diperlukan,” tuturnya.

Ditambahkannya lagi, sebagian besar warganya adalah petani, dengan adanya ambulan ini diharapkan bisa membantu warga yang memang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk membawa anggota keluarga saat tengah sakit untuk menuju pusat layanan kesehatan.

“Nantinya ambulan akan dikelola oleh desa dan di sosialisasikan ke seluruh warga agar pemanfaatan penggunaan ambulan bisa lebih merata dan dimanfaatkan oleh banyak warga,”ungkap Kades yang dikenal ramah ini mengakhiri.(hen)

Comments

Berita Terbaru