oleh

Kendaraan Masih Parkir di Lokasi RTH

PEKANBARU (HR)- Meski pihak Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menyatakan, sudah mencabut Surat Perintah Tugas perparkiran di Ruang Terbuka Hijau, Kaca Mayang, sejak Senin (7/10), namun pantauan di lapangan, Kamis (19/10), masih terlihat puluhan kendaraan pengunjung terpakir di lokasi tersebut.

Bukan hanya itu, di lokasi juga terlihat sejumlah pria muda yang diduga menjadi petugas pemungut uang parkir, meski tidak mengenakan rompi berikut perlengkapan tugasnya. Mereka bersembunyi di balik pepohonan saat awak media coba mengambil gambar kondisi RTH petang itu.

“Itu petugas parkirnya, bersembunyi di pohon-pohon dalam lokasi RTH. Mereka sengaja tidak memakai rompi biar tidak ketahuan,” kata seorang pria yang mengaku sebagai pemuda tempatan di Jalan Sumatera.

Saat pemantauan di lokasi, tak satupun petugas dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru terlihat di lokasi. Hanya puluhan personel Satpol terlihat berjaga di sudut-sudut RTH, mengawasi kehadiran Pedagang Kaki Lima. Pemuda tempatan yang sempat diwawancarai petang itu, mengatakan setiap kendaraan parkir dikenakan pungutan sebesar Rp2 ribu. “Bayarlah Bang, mana ada cerita gratis, kalau tak salah Rp2.000 untuk sepeda motor sekali parkir,” kata salahseorang pemuda tempatan.

Pungutan parkir yang disebutkan pemuda tempatan, dibenarkan pengunjung RTH Kaca Mayang, Bayu Saputra. Kata dia, saat hendak pergi dari lokasi, seorang pria menghampirinya, meminta uang parkir Rp1.000. “Sekali parkir 1.000, hari Rabu (9/10), saya ke sana,” kata Bayu.

Kepala UPT Perparkiran Dishub Pekanbaru, Khairunnas, dikonfirmasi, Kamis (10/9), mengatakan dibuat kucing-kucingan dengan petugas parkir di RTH. Namun demikian dia berdalih, sudah menyiagakan anggota di lokasi meski saat pemantauan dilakukan tak satupun petugas Dishub berada di sana. “Itulah kita dibuat kejar-kejaran, mereka kucing-kucingan. Anggota ada yang siaga di sana tu, tapi mungkin mereka pulang entah karena ada kepeeluan lain,” tutup Khairunnas.(her)

 

Comments

Berita Terbaru