oleh

Tangani Karhutla, Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation

PEKANBARU (HR)-Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus menggelar sejumlah penyidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. Salah satunya dengan menggunakan metode scientic crime investigation (SCI).

Proses penyidikan bersama dalam Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakkum) Terpadu ini, Polda Riau bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami bersama penyidik Bareskrim dan KLHK menerapkan Scientific Crime Investigation dalam penyidikan sejumlah kasus karhutla di wilayah Riau,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Sabtu (12/10).

Dalam proses penyidikan tersebut, kata dia, pihaknya sengaja mendatangkan drone khusus untuk memotret secara khusus barang bukti di area yang telah terbakar sebelumnya. Beberapa barang bukti lain seperti sampel tanah terbakar, sampel flora dan fauna serta sisa arang kayu bekas terbakar, tunggul tanaman, dokumen dan alat bukti lainnya juga dikumpulkan.

“Ada drone khusus, sampel-sampel yang tak luput diambil yang akan dibawa ke laboratorium forensik,” lanjut dia.

Dalam penjelasannya Sunarto menambahkan, SCI ini diterapkan guna memperkuat pembuktian perkara pidana yang disangkakan dalam sejumlah pasal dalam Undang-Undang Lingkungan, Kehutanan dan Perkebunan.

“Sekecil apapun bahan, barang bukti, dokumen, keterangan saksi dan keterangan saksi ahli, termasuk dampak kerugian akan kita kumpulkan. Kita kejar dan kita teliti untuk memperkuat pembuktian, sesuai prinsip fair trial (peradilan yang jujur dan adil, red). Mohon dukungan dari masyarakat,” imbuh Sunarto.

Sejauh ini, Kepolisian telah menetapkan sebanyak 2 korporasi sebagai tersangka karhutla. Satu ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri yaitu PT Adei Plantation, dan satu lagi ditangani oleh Polda Riau yaitu PT Sawit Sumber Sejahtera (SSS). Dalam kasus ini, Polda Riau telah menahan penanggungjawab PT SSS, yakni AOH.

Sementara untuk kasus perorangan, penyidik telah menetapkan sebanyak 67 tersangka yang ditangani beberapa Polres di wilayah Polda Riau.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Riau Jumat (11/10) kemarin, Tim Gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Kementrian LHK, Polda Riau dan Kejaksaan, menemukan lima perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri (HTI) yang terindikasi terlibat kasus karhutla di Riau.

Perusahaan itu adalah PT Gandaerah Hendana, PT RML, PT WSSI, PT BKM dan PT TKWL. Lima perusahaan itu beropersi di wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu) dan Siak.(rls/dod)

Comments

Berita Terbaru