oleh

Setelah Eks Kasi Intel, Giliran Kajari Meranti Diklarifikasi Pemeriksa Pengawasan Kejati

PEKANBARU (HR)-Budi Rahardjo mendatangi kantor sementara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (15/10). Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Meranti itu diketahui menjalani proses klarifikasi oleh Bidang Pengawasan Kejati.

Dari informasi yang dihimpun, proses klarifikasi itu dilakukan menanggapi laporan yang disampaikan masyarakat terkait adanya dugaan permintaan uang dan proyek ke sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Meranti. Disinyalir, hal itu dilakukan oleh oknum pegawai di Koprs Adhyaksa Meranti.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, tidak menampik adanya proses klarifikasi terhadap Kajari Meranti itu. Menurut dia, klarifikasi itu dilakukan oleh Pemeriksa pada Bidang Pengawasan Kejati.

“Iya. Diklarifikasi,” ujar Muspidauan melalui sambungan telepon, Selasa siang.

Meski tidak menyebutkan proses klarifikasi itu terkait apa, namun dipastikannya hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan masyarakat terhadap kinerja oknum pegawai Kejari Meranti.

“Ada laporan masyarakat yang masuk, dan itu harus ditindaklanjuti,” sebut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Pekanbaru itu.

Masih terkait laporan itu, proses klarifikasi juga tekah dilakukan terhadap Zia UI Fattah Idris. Dia pernah menjabat Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Meranti, yang saat ini diketahui telah dinonjobkan.

“Dia (Zia Ul Fattah, red) juga telah diklarifikasi,” tegas Muspidauan.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Haluan Riau (Haluan Media Group, red) mencoba melakukan klarifikasi terhadap dua nama yang disebutkan di atas.

Kajari Meranti, Budi Rahardjo, saat dihubungi sambungan telepon, tidak merespon. Hanya membalas melalui pesan singkat aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Masih di Pekanbaru, Pak,” singkat Budi.

Sementara Zia, juga memilih merespon upaya konfirmasi melalui WhatsApp. Dia malah menanyakan, apakah proses klarifikasi oleh Pengawasan Kejati itu bisa menjadi sebuah berita.

“Saya pikir itu adalah urusan internal,” kata Zia.(dod)

Comments

Berita Terbaru