oleh

Askar Bertuah Selamat dari Jurang Degradasi

PEKANBARU (HR)-PSPS Riau akhirnya selamat dari degradasi, setelah pada pertandingan Kamis (17/10) sore di stadion Kaharuddin Nasution, berhasil menang atas Persibat Batang dengan skor tipis 3-1.

Tuan rumah sempat tertinggal, setelah penyerang tamu Angga Febryanto  berhasi mencetak gol. Namun dua gol Firman Septiyan pada meit 16 dan 34 (p) dan tambahan pada menit ke 66 babak kedua, membuyarkan impian Laskar Banteng Alas Roban yang hanya membutuhkan hasil  seri.

Hasil ini positif bagi  PSPS, karena sebelumnya kedua tim ini bersaiang untuk lolos dari zoa degradasi musim depan ke liga 3. Sebelumnya Persibat Batang memiliki poin 25 dengan berada di peringkat 9 dan PSPS dengan poin 23 pada peringkat 10. Dengan hasil ini tentunya, PSPS naik satu tingkat dengan poin 26 dan menjadikan tamunya harus berada pada liga 3 musim depan menyusul dua tim lainnya, yakni PSGC Ciamis dan Blitar United.

Kemenangan ini tidak lepas dari peran duet pelatih Raja Isa dan Raja Faisal yang mampu menagkat moral pemain setelah pada awal liga, harus terus menelan kekelahan saat ditangani Boa Simajuntak, sebelum akhirnya pelatih asal Medan tersebut mengundurkan diri.

Menit ke 65, PSPS berhasil menambah pundi-pundi golnya. Firman Septian yang berada di sisi sayap kanan berhasil melewati tiga pemain belakang lawan yang lalu melepaskan umpan mendatar ke depan gawang, Riki Dwi yang berdiri bebas dengan tenang menceploskan bola ke gawang Persibat. Skor berubah 3-1 untuk keunggulan PSPS Riau.

Menit 74 pelanggaran keras Sandi Septian terhadap Yudhi AP membuat situasi pertandingan menjadi semakin panas.

Pelanggaran keras pemain Persibat yang membuat Yudhi AP terkapar membuat tim PSPS protes agar wasit memberikan kartu merah.

Tak lama berselang, para pemain Persibat menolak melanjutkan pertandingan dan memilih masuk ke ruang ganti.

Pertandingan sempat dihentikan beberapa saat. Beberapa saat kemudian, wasit melanjutkan pertandingan tanpa tim Persibat di lapangan. PSPS unggul dengan skor 3-1.

Dengan kemenangan ini PSPS Riau mengantongi 26 poin dan selamat dari jurang degradasi dan tetap bermain pada Liga II pada musim depan. Sementara Persibat Batang harus turun kasta.

Pertandingan yang dipimpin oleh Parizon selaku wasit utama. Selama pertandingan wasit asal Sumatera Barat itu mengaluarkan sembilan kartu. Dirinya melayangkan dua kartu kuning pada tim PSPS, pada tim Persibat lima kartu kuning dan dua kartu merah salah satunya kepada tim official yang memukul kepala dirinya.
Pelatih Persibat Batang, Bona Elisa Simanjuntak mengaku kecewa dengan  pertandingan yang dijalani anak asuh nya. Dirinya menilai bahwa wasit kurang adil dalam mengambil keputusan dan malah merugikan tim nya.
 
“Ya sedikit kecewa. Saya ambil tindakan itu (WO, red) untuk mengamankan para pemain. Karena pemain itu lebih berharga dari hasil pertandingan ini,” Ucapnya saat konferensi pers yang ditemani salah seorang anak asuhnya, Kamis (17/10).
 
Disamping itu, Raja Isa Bin Raja Akharam Shah selaku pelatih PSPS Riau mengaku puas dengan hasil yang diperoleh nya. “Terimakasih atas dukungan dari kawan-kawan. Dan hasil dari pertandingan hari ini, sudah sesuai dengan target kita di awal,” Jawab dia
 
Walaupun dirinya akui, bahwa tim dibawah asuhan nya sempat terlena di babak pertama hingga lawan bisa mencetak gol lebih dulu. 
Comments

Berita Terbaru