oleh

Penampakan Anak Sapi Berkaki Delapan di Kandang Fapertapet UIN Suska Riau

PEKANBARU (HR)- Umumnya sapi hanya memiliki 2 pasang kaki namun berbeda dengan anak sapi yang lahir di di kandang perternakan fakultas pertanian dan perternakan ( Fapertapet) pada jumat 17 oktober 2019 ini memiliki 4 pasang kaki.

Penjaga kandang di Fapertapet UIN Suska Riau, Sapriyon mengatakan, bahwa anak sapi yang berumur enam hari tersebut masih dalam keadaan sehat hingga saat ini. Dan tidak berbeda dengan kondisi sapi pada umumnya.

“Untuk saat ini anak sapi berkaki delapan ini masih sehat. Kondisinya empat kaki normal dan empat kaki tambahannya berada di bagian punggung ada dua kaki dan bagian ekor ada dua kaki,” kata Sapriyon, Rabu (23/10).

Diakuinya, selama enam tahun bekerja sebagai penjaga kandang di peternakan UIN Suska Riau, baru kali ini ada sapi yang terlahir memiliki delapan kaki.

“Ini sapi yang pertama kali, kalau sebelumnya belum pernah ada seperti ini, sapi yang lahir ini merupakan jenis sapi Bali, yang didatangkan dua tahun yang lalu.”tambah oyon selaku penjaga kandang perternakan.

Beliau jugak tidak menduga dengan fenomena sapi unik tersebut, meskipun pada awalnya ia merasa induk sapi tersebut memang terlihat gelisah sebelum melahirkan.

Menurut staf ahli hewan Ferpertapet UIN Suska Riau Tredis , yang menangani proses persalinan ini diagnosa sementara menyimpulkan induk sapi ini mengalami fase dimana, induk seharusnya melahirkan sapi kembar akan tetapi gagal pada proses pembelahan yang menyebabkan sapi memiliki organ berlebih.

“untuk tindakan selanjutnya kita tunggu dulu sampai demasa sapi itu dalam kurun waktu 3 bulan dia lepas nyusu. Dan baru kita lakukan tindakan, kita lihat dulu untuk melakukan tindakan kita harus lakukan rontgen untuk melihat. Takutnya didalam jugak ada organ yang ganda untuk itu kita harus melakukan rontgen, lalu pemeriksaan darah. Disana bisa kita lihat hasilnya apakah dia normal ” Tredis staf ahli hewan.(mg4)

 

 

Comments

Berita Terbaru